- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
Ajak Jual Produk China, MenKop Teten Disoraki Pedagang Pasar Senen

Keterangan Gambar : Kunjungan MenKop Teten Masduki bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan usai dialog dengan para pedagang di pasar Senen
Megapolitanpos.com, Jakarta- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki disoraki pedagang baju bekas impor di Pasar Senen saat mengajak mereka beralih jualan produk lokal. Dilansir CNN, Teten hadir bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk melakukan audiensi dengan para pedagang baju bekas di Pasar Senen. Hadir pula Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP Adian Napitulu dalam audiensi tersebut.
"Kita harus sama-sama pikirkan bagaimana solusinya. Pemerintah juga memikirkan kalau nanti Bapak/Ibu gak bisa lagi jual pakaian bekas, kita pikirkan bisa jualan pakaian produk lokal," kata Teten di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2023).
Alih-alih disambut baik pedagang baju bekas Pasar Senen, ajakan Teten malah disambut sorakan penolakan. "Huuuuu! Hidup thrifting, hidup thrifting" sorak para pedagang tersebut.
Baca Lainnya :
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Transaksi Makin Praktis, Bank Jakarta Dorong Digitalisasi di Bazar Ramadan Pasar Jaya
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
- PLN UID Jakarta Raya Gelar Bazar Sembako Murah Ramadan, 1.200 Paket Disediakan untuk Warga
Bahkan, Teten sempat berhenti berbicara imbas diinterupsi sorakan pedagang tersebut. Sampai pada akhirnya Adian membela Teten dan meminta para pedagang untuk tenang.
"Sebagai Menteri Koperasi dan UKM, Pak Teten harus berbicara tentang produk lokal. Jangan dihu-huin (disoraki), tidak boleh. Kita harus hargai keberanian mereka (Teten dan Zulhas) datang bersama-sama di sini," kata Adian.
Setelah itu, Teten melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan langkah tersebut adalah solusi karena baju bekas impor ilegal dilarang. Ia juga menegaskan dukungannya terhadap produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selain itu, Teten mengutip arahan Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan penggunaan produk lokal adalah titah langsung Kepala Negara RI.
"Saya juga perlu mendukung pelaku UMKM yang memproduksi pakaian jadi lokal, itu saudara kita juga. Mereka juga cari nafkah seperti kalian," kata Teten.
"Bahkan saran Pak Presiden (Jokowi) produk anak bangsa kita sendiri yang kita konsumsi, kita beli, yang mendominasi atau menjadi tuan di negerinya sendiri. Jangan produk dari luar kata Presiden," sambungnya.
Namun, Teten kembali mendapatkan interupsi. Beberapa pedagang menyauti ucapan tersebut dengan perkataan "Produk China, produk China".
Meski begitu, Teten tetap melanjutkan pernyataannya hingga selesai.
Meski Teten hujan sorakan dari para pedagang, Mendag Zulhas menegaskan para pedagang baju bekas Pasar Senen masih boleh menjajakan barang dagangannya tanpa perlu takut ditangkap polisi. Namun, penjualan tersebut hanya bertahan sampai stok pedagang habis.
"Bapak-bapak yang dagang, walaupun aturannya gak boleh, Pak Teten, saya, sama Pak Adian jamin tetap boleh. Sampai habis dagangannya. Jadi nanti kalau ada yang periksa, kami bertiga tanggung jawab, berat nih. Silakan yang dagang di sini dagang stoknya sampai habis," tegas Zulhas.(AS).


.jpg)














