- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
Agar Terlibat Dalam Pembangunan IKN, MenkopUKM Dorong Industri Furnitur Nasional

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang - Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mendorong industri furnitur nasional untuk ikut terlibat dalam mengisi kebutuhan furnitur di Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kebutuhan furnitur di IKN itu besar sekali. Harapannya bisa diisi oleh produk-produk dalam negeri. Syukur-syukur bisa mencapai 100 persen produk dalam negeri. Ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha furnitur," kata MenKopUKM, Teten Masduki, usai acara pembukaan Indonesia International Furniture and Craft Fair (IFFINA) dengan tema Indonesia Mebel & Design Expo 2023, di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (14/9).
Di acara yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo itu, Menteri Teten menyebutkan bahwa selain perkantoran, akan banyak juga rumah tinggal termasuk fasilitas-fasilitas lainnya seperti perhotelan yang membutuhkan furnitur.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
"Sekali lagi, ini menjadi tantangan kita. Namun, selain melibatkan usaha-usaha besar, pelaku UMKM juga harus ikut menjadi bagian dari supply chain industri furnitur," kata Menteri Teten.
Di samping itu, MenKopUKM juga menekankan bahwa furnitur merupakan produk unggulan domestik untuk masuk ke pasar global, juga pasar domestik.
"Kita punya potensi cukup besar, mulai dari potensi bahan baku, hingga SDM. Bahkan dengan potensi budaya yang kuat mengakar di kalangan masyarakat, produk furnitur kita bisa kompetitif di pasar dunia," kata Menteri Teten.
Oleh karena itu, Menteri Teten berharap para pelaku usaha furnitur agar mengembangkan model bisnisnya dan menjalin kemitraan dengan industri furnitur di dunia.
"Dengan bermitra, dari sisi produksi akan ada transfer model bisnis, teknologi, hingga market," ujar MenKopUKM.
Menurut MenKopUKM, pelaku usaha harus mengetahui permintaan atau kebutuhan dan selera pasar di negara lain. "Hal ini agar juga dapat diadopsi oleh pelaku usaha furnitur kita," kata MenKopUKM.
Lebih dari itu MenKopUKM juga menekankan pentingnya pola kemitraan yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha furnitur. “Pola partnership harus terus didorong, dan tidak lagi membuat produk sendiri-sendiri, jadi jika ingin masuk pasar global memang harus ada partnership," kata Menteri Teten.
Pasar Potensial
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Dedy Rochimat menyatakan, pasar furnitur dan kerajinan dunia merupakan pasar potensial bagi Indonesia. Pada 2022, pasar itu mencatat pendapatan sebesar 695 miliar dolar AS, diprediksi meningkat menjadi 766 miliar dolar AS pada akhir 2023.
"Industri furnitur Indonesia saat ini baru mencatat pendapatan sebesar 2,8 miliar dolar AS pada 2022. Secara ranking global, menempatkan Indonesia di urutan ke-17 dan keempat di regional Asia, di bawah China, Vietnam, dan Malaysia," kata Dedy.
Padahal, kata Dedy, industri furnitur dan kerajinan memiliki banyak manfaat. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri ini pun menjadi penghasil devisa yang kuat, serta mempunyai nilai tambah tinggi, karena rantai nilai yang panjang dan keunggulan sumber daya alam.
"Kita memiliki hutan produksi seluas 68 juta hektare. Kita produsen 85 persen rotan dunia dan nomor tiga produsen bambu terbesar setelah China dan India," kata Dedy.
Bahkan, industri furnitur atau mebel, juga menyerap tenaga kerja cukup besar hingga 500 ribu per 2021. Itu karena industri ini termasuk dalam padat karya. Industri tersebut juga turut menciptakan efek luas atau multiplier effect bagi industri lainnya.
Selain juga berkontribusi dalam menggerakkan sektor industri lain lewat berbagai produk bahan baku dan bahan pendukung yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk mebel.
"Setelah pandemi berakhir dan perdagangan lintas negara sudah mulai lancar kembali, maka sudah saatnya bagi kita untuk mendorong produksi mebel dan kerajinan, baik untuk pasar ekspor maupun kebutuhan pasar dalam negeri," ujar Dedy.
Reporter: Achmad Sholeh




.jpg)
.jpg)











