- PTPN I Genjot Kinerja Regional 1, Tembakau Deli Dijaga sebagai Warisan Bernilai Global
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
5 Asosiasi Koperasi Peternak Unggas Blitar Inginkan Inpres Kembalikan Budidaya Peternak Rakyat, Ini Tanggapan Cak Imin

Keterangan Gambar : Tatap muka dengan calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Kantor Koperasi Putra Blitar.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar -Ditengah kemelut fluktuasi harga telur yang tidak menentu, serta mahal dan sulitnya peternak unggas mendapatkan pasokan jagung, 5 asosiasi Koperasi unggas Kabupaten Blitar berharap ada perhatian Pemerintah RI, salah satunya dengan membuat Inpres atau Perpres untuk mengembalikan budidaya unggas ayam petelur kepada rakyat.
Hal ini disampaikan Sukarman Ketua Paguyuban koperasi peternak unggas nasional Blitar pada Kamis (11/01/24) ketika bertatap muka dengan calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Kantor Koperasi Putra Blitar Dadaplangu Ponggok.
Sukarman menyebutkan secara rinci ke 5 anggota sebagai bagian dari pemasok telur nasional seperti PPN, PPRN Paguyuban Peternak Rakyat Nasional, Koperasi Srikandi, Koperasi Putra Blitar Pinsar Indonesia PI telah bekerjasama dengan Capres Anis Baswedan semenjak jadi Gubernur DKI.
Baca Lainnya :
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
"Kami telah diberikan pintu masuk menyuplai telur ke DKI, kami berharap bila Capres Cawapres no 1 jadi Presiden, nasib peternak rakyat kembali terangkat,"kata Sukarman.

Dipaparkan Sukarman saat ini di Kabupaten Blitar ada 4000 peternak dengan populasi ayam sekitar 21 juta ayam petelor, melambungnya harga jagung membuat peternak terus jeblok, Harga jagung melejit mencapai 8000,- 9200-,/kg sementara harga telor hanya 20.500,/kg kalau di cros peternak merugi.
"Kami peternak ingin mencari Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang cerdas, amanah, mengayomi peternak,"tuturnya.
Menanggapi keluhan peternak sore itu, Muhaimin Iskandar yang didampingi Anggota DPR RI Komisi 4 Anggia Erma Rini, Dia menyebut, keberadaan mafia telur dapat merugikan peternak ayam petelur sebagai produsen dan masyarakat luas sebagai konsumen.
Cak Imin menyebut, praktik mafia telur itu tercermin pada keberadaan perusahaan besar yang dalam tata niaga telur disebut sebagai integrator. “Contohnya tadi, yang integrator harusnya hanya menyediakan DOC (anak ayam), obat dan pakan. integrator dilarang menjual telur ke rakyat,” ungkap Cak Imin.
Yang seharusnya integrator sebagai perusahaan-perusahaan besar hanya memproduksi anak ayam petelur, obat-obatan dan pakan ternak kemasan atau konsentrat. Selama ini, peternak ayam petelur sering mengeluhkan tidak stabilnya harga jual telur karena pihak integrator juga merambah bisnis peternakan ayam petelur.
“Ini berarti di mana-mana ada mafia telur, saya kira mafia hanya ada di Jakarta saja, ternyata mafia telur juga sampai di Blitar” tambahnya.
Kehadiran Muhaimin Iskandar di Blitar selain Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Anggia juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawait, rombongan Cak Imin mendapat sambutan luar biasa kusunya peternak emak - emak. (za/mp)















