- Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri
- Komite Lintas Agama Gelar Halal Bihalal di Jakarta Barat, Perkuat Toleransi dan Persatuan Bangsa
- Jelang May Day 2026, Bupati Majalengka Kumpulkan Serikat Buruh : Janji Serap Tenaga Kerja hingga Jaga Kondusivitas Investasi
- Kapolres Majalengka Tegaskan Pengamanan Humanis May Day 2026 : Aspirasi Buruh Dijamin, Ketertiban Jadi Prioritas
- Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- YPPM Tegas Buka Suara Soal Polemik UNMA : Tolak Intimidasi, Tegakkan Legalitas Kampus
- Memperluas Akses Pendidikan Bagi Masyarakat, Pemprov DKI Mulai Merealisasikan Program Sekolah Swasta Gratis
- Festival Walet Emas 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur
- Pamit ke ATM, Motor Dibawa Kabur! Aksi Licik Curanmor PCX di Majalengka Berakhir Diborgol Polisi
40 Hari Wafatnya Alvaro, Kapolres Jaksel Melalui Kapolsek Pesanggrahan Terus Beri Trauma Healing dan Bantuan

Keterangan Gambar : Makam Alvaro Kiano Nugroho
MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA, — Empat puluh hari pasca pemakaman almarhum Alvaro Kiano Nugroho, perhatian dan kepedulian Polri terhadap keluarga yang ditinggalkan terus berlanjut. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan melalui Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam memastikan pendampingan trauma healing serta bantuan sosial tetap diberikan secara berkesinambungan kepada keluarga almarhum.
Kompol Seala Syah Alam menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya kepada warga yang mengalami duka mendalam. Pendampingan dilakukan untuk membantu keluarga memulihkan kondisi psikologis pascakehilangan anggota keluarga tercinta.
“Meski telah 40 hari berlalu sejak pemakaman almarhum Alvaro, perhatian dan kepedulian kami tidak berhenti. Kami ingin memastikan keluarga tetap mendapatkan dukungan, baik secara moril maupun psikologis, agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang,” ujar Kompol Seala Syah Alam, Selasa (13/1/2026).
Baca Lainnya :
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Menkop Dorong Polri Perkuat Sinergi Sukseskan Kopdes Merah Putih
- PP PERISAI Syarikat Islam Dukung Polri Tetap di Bawah Komando Presiden
- Kodam Jaya Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Banjir Kapuk Muara Penjaringan
Selain trauma healing, jajaran Polsek Pesanggrahan juga menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan solidaritas. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penguat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Jakarta Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Kompol Seala juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum serta warga sekitar yang dinilai telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan selama masa duka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan warga yang terus saling mendukung. Sinergi dan kepedulian seperti inilah yang menjadi kekuatan kita bersama dalam menghadapi situasi sulit,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya Alvaro Kiano Nugroho, 6, anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Alvaro hilang sejak Maret 2025.
Alvaro terhitung sudah hilang selama delapan bulan. Sementara itu, kakek korban Tugimin, 71, menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Informasi dugaan penculikan itu diperoleh Tugimin dari marbut atau penjaga Masjid Al-Muflihun, yang merupakan lokasi Alvaro terakhir terlihat.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) dengan cara dibekap.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















