- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
2023, LPDB Optimis Capai Penyaluran Dana Bergulir Rp1,8 Triliun

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) hingga 26 Juli 2023 telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp895 miliar.
Penyaluran dana bergulir ini dilakukan dengan dua pola yakni konvensional dan syariah, untuk pola konvensional telah disalurkan sebesar Rp596 miliar, dan pola syariah sebesar Rp298 miliar.
Pencapaian ini menjadikan LPDB-KUMKM optimis untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp1,8 triliun sepanjang tahun 2023.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, penyaluran dana bergulir yang mencapai angka Rp895 miliar ini merupakan komitmen kuat LPDB-KUMKM dalam mendukung pertumbuhan sektor koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.
Menurut Supomo, dana bergulir yang disalurkan kepada koperasi bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan serta memperkuat daya saing para pelaku usaha tersebut.
Supomo menyampaikan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan koperasi dan UMKM di Indonesia. Melalui penyaluran dana bergulir yang tepat dan efektif, dan diharapkan dapat memberikan stimulus yang signifikan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian negara.
Langkah Strategis
Selain itu, Supomo juga menambahkan bahwa LPDB-KUMKM memiliki strategi dalam melaksanakan penyaluran dana bergulir.
Langkah-langkah strategis ini meliputi penyederhanaan proses pengajuan, peningkatan pemantauan dan pengawasan, serta penguatan kolaborasi dengan mitra strategis untuk memastikan keberhasilan penyaluran dana bergulir.
Menurutnya, LPDB-KUMKM juga menjalankan program-program pemulihan ekonomi yang tanggap dan responsif terhadap kebutuhan para pelaku usaha sejak pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Program-program ini mencakup restrukturisasi, peningkatan akses digital, dan pemberian pelatihan serta pendampingan untuk meningkatkan daya saing.
LPDB-KUMKM optimis dapat melampaui target penyaluran dana bergulir yang telah ditetapkan, mengingat tingginya minat dan permintaan dari koperasi dan UMKM yang terus tumbuh.
"Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, LPDB-KUMKM akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, baik pemerintah, sektor perbankan, maupun mitra strategis lainnya," tambah Supomo.
Disamping menyalurkan dana bergulir dengan prinsip Tri Sukses yakni Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan, dan Sukses Pengembalian, LPDB-KUMKM juga menyalurkan dana bergulir dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian melalui implementasi Good Corporate Government agar dana yang disalurkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, dan juga bisa dikembalikan secara maksimal oleh mitra koperasi.
"Prinsip kehati-hatian menjadi penting dalam sektor pembiayaan, sebab jangan sampai dana yang disalurkan ini dikemudian hari bermasalah. Dengan ini juga kami menjalankan program pendampingan, agar ekosistem bisnis daripada mitra kami dapat sustainable dan bertumbuh," pungkas Supomo.(Reporter: Achmad Sholeh)
















