- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Ramah Tamah Bersama Kasrem 102 Panju Panjung, Bupati Harapkan Kolaborasi Pemda dan TNI Semakin Solid
- Papipar Jadi Momentum Promosi Daerah, Anggota DPRD, H Tajeri Beri Pesan Ini
- Patih Herman, Papipar Bukan Sekedar Ajang,Tapi Kunci Promosi Pariwisata Barito Utara
- Pastikan Data Sertipikat Tanah Sesuai, Ini Cara Mudah Pengecekannya
- Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
- Aliansi Nasabah Asuransi Indonesia menggelar aksi demonstrasi di belakang gedung Mahkamah Konstitusi
- Gebyar Masagi 2026 di Majalengka : Literasi, Kepedulian Sosial, dan Semangat Generasi Muda Menggema
Wartawan Soroti Dugaan Pembatasan Liputan saat Reses Anggota DPRD Jabar di Majalengka

Keterangan Gambar : Darsini, Pendamping Anggota DPRD Provinsi, Ineu Purwadewi Sundari
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Sejumlah wartawan menyoroti dugaan pembatasan akses liputan dalam kegiatan Musran PDI Perjuangan PAC Majalengka dan reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka, Rabu (25/02/2026).
Peristiwa itu bermula ketika seorang pendamping Ineu, Darsini, membagikan uang duduk kepada tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, ia terdengar mengatakan, "Pa, Bu, kita ke dalam, di luar banyak wartawan." Ucapan itu terdengar oleh sejumlah awak media yang tengah meliput kegiatan reses terbuka tersebut.
Pernyataan tersebut memicu reaksi wartawan. Mereka mempertanyakan maksud ucapan itu, mengingat kegiatan reses merupakan agenda publik yang lazim diliput pers sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
- Gebyar Masagi 2026 di Majalengka : Literasi, Kepedulian Sosial, dan Semangat Generasi Muda Menggema
- Sorotan Nasional! Ateng Sutisna : DHE SDA Harus Jadi Solusi, Bukan Beban Baru Tata Kelola PSE
- WFH Hemat BBM Disorot DPR : Ada Dugaan Manipulasi Kendaraan Dinas
Saat dimintai klarifikasi, Darsini membantah telah menghalangi kerja jurnalistik. Ia menyatakan bahwa ucapannya semata-mata untuk mengatur jarak antara tamu undangan dan wartawan.
"Wartawan terlalu mepet dengan tamu undangan. Jadi supaya tidak tercampur, mana tamu dan mana wartawan," ujarnya.
Namun, penjelasan itu dinilai belum sepenuhnya menjawab kegelisahan wartawan. Pasalnya, pada saat bersamaan, para jurnalis mengaku tengah meminta data dan keterangan resmi terkait kegiatan reses.
Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Majalengka sekaligus Ketua PAC Majalengka, Agus, disebut sempat mempersilakan proses peliputan berlangsung. Meski demikian, Darsini mengarahkan wartawan untuk meminta keterangan langsung kepada Ineu Purwadewi Sundari.
Ketika wartawan hendak menindaklanjuti arahan tersebut, Ineu disebut telah meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, Darsini juga bergegas meninggalkan tempat acara.
Sikap tersebut menimbulkan kesan adanya penghindaran terhadap pertanyaan wartawan. Hingga berita ini diturunkan, Ineu Purwadewi Sundari belum memberikan penjelasan langsung terkait ucapan pendampingnya maupun situasi yang terjadi di lokasi kegiatan. Pihak DPC PDI Perjuangan Majalengka juga belum menyampaikan klarifikasi resmi.
Secara prinsip, reses anggota dewan merupakan forum pertanggungjawaban politik kepada konstituen yang bersifat terbuka. Kemerdekaan pers sendiri dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dewan Pers sebelumnya menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi maupun tindakan yang menghambat kerja jurnalistik bertentangan dengan prinsip kebebasan pers dalam sistem demokrasi.
Insiden ini menambah daftar ketegangan antara kegiatan politik dan kerja jurnalistik di daerah. Wartawan berharap ke depan seluruh pihak dapat menjamin keterbukaan informasi dan menghormati tugas pers dalam menyampaikan informasi kepada publik. ** (Agit)

















