14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM

By Achmad Sholeh(Alek) 24 Sep 2026, 17:49:51 WIB UMKM
14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM

Keterangan Gambar : Peluncuran program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026


MEGAPOLITANPOS.COM, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026 untuk mendorong peningkatan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pengusaha mikro dan kelompok rentan.

Program bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya” tersebut diluncurkan di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah ingin masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil 1–4 memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha produktif.

Baca Lainnya :

Menurut Maman, pemberdayaan kewirausahaan menjadi salah satu upaya agar masyarakat dapat memperoleh penghasilan secara mandiri dan secara bertahap keluar dari kelompok rentan.

 “Kita tidak ingin memelihara atau membuat saudara-saudara kita selalu berada pada posisi tangannya di bawah. Karena itu, mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Maman.

14 Ribu Keluarga Disiapkan Masuk Ekosistem Usaha

Maman menjelaskan, pelaksanaan LAKSMI dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Saat ini terdapat sekitar 14 ribu penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang dinilai siap dihubungkan dengan program kewirausahaan Kementerian UMKM. Jumlah tersebut berpotensi diperluas hingga sekitar 150 ribu penerima.

Para penerima akan mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha.

Setelah memiliki kapasitas yang memadai, peserta dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan serta kemitraan bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga lainnya.

“Kita bina dulu, diberdayakan, diberikan pelatihan dan pendampingan. Setelah itu bisa dikolaborasikan dengan PNM dan lembaga-lembaga kemitraan lainnya. Tujuannya agar mereka berdaya, tumbuh, naik level, dan mandiri,” katanya.

Maman menegaskan, pendekatan tersebut diperlukan agar intervensi pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan. Program pemberdayaan diharapkan menghasilkan perubahan ekonomi yang dapat diukur dan berlangsung secara berkelanjutan.

Fokus pada Perempuan Pengusaha Mikro

LAKSMI dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan usaha mikro dari hulu hingga hilir. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan legalitas dan sertifikasi usaha, digitalisasi, akses pembiayaan dan pasar, temu mitra hingga perluasan jejaring bisnis.

Perempuan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian utama dalam program tersebut.

Maman menyebut sekitar 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Tingginya keterlibatan perempuan menunjukkan peran penting mereka dalam menopang pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat desa maupun perkotaan.

“Kalau kita lihat dari statistik, UMKM di Indonesia memang lebih banyak didominasi perempuan. Salah satunya karena usaha yang dijalankan ibu-ibu menjadi penopang tambahan pendapatan keluarga. Karena itu, LAKSMI memang banyak ditujukan untuk ibu-ibu dan perempuan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian UMKM juga menggandeng PNM yang memiliki pengalaman dalam pemberdayaan perempuan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pendampingan sekaligus membuka akses pembiayaan bagi peserta yang telah memiliki kesiapan usaha.

Tidak Sekadar Mengejar Jumlah Peserta

Maman menekankan keberhasilan LAKSMI tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang mengikuti program pemberdayaan.

Menurutnya, kualitas produk dan perkembangan usaha juga menjadi indikator penting. Pengusaha mikro didorong menghasilkan produk yang semakin berkualitas sehingga mampu berkembang dan bersaing di pasar.

“Kita tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas atau jumlah yang masuk, tetapi juga kualitas produk yang dihasilkan. Produk usaha mikro kita harus semakin berkualitas, baik makanan, pakaian, maupun produk lainnya, sehingga benar-benar mampu berkembang dan bersaing,” kata Maman.

Program LAKSMI 2026 diikuti 1.700 perempuan pengusaha mikro secara luring dan daring.

Peluncuran tersebut menjadi awal proses pendampingan berkelanjutan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat kesejahteraan keluarga.

Bangun Rantai Pemberdayaan

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih mengatakan, kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui LAKSMI menjadi bagian penting dalam membangun keterhubungan ekosistem pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat.

Kemensos, kata Mira, berperan memperkuat keberdayaan keluarga melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi. Selanjutnya, Kementerian UMKM melanjutkan proses tersebut melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan ekosistem pengembangan usaha.

“Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan,” ujar Mira.

Kemensos telah mendorong data sekitar 14 ribu keluarga penerima manfaat untuk dihubungkan dengan program pemberdayaan kewirausahaan Kementerian UMKM.

Cakupan tersebut diharapkan terus diperluas sehingga semakin banyak keluarga memperoleh jalur pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan sejumlah pihak, antara lain Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PNM, Baznas, Mercy Corps, GoTo, dan DBS Foundation.

Maman mengatakan, target akhir LAKSMI bukan hanya meningkatkan omzet usaha, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial, serta mendorong keluarga rentan menuju kemandirian dan kesejahteraan.(AS/MP).




  • 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM

    🕔17:49:51, 24 Sep 2026
  • Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

    🕔09:45:10, 24 Sep 2026
  • Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

    🕔09:59:51, 23 Sep 2026
  • KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

    🕔13:51:28, 23 Sep 2026
  • Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor

    🕔20:53:22, 22 Sep 2026