- Bengkel Wijaya AC Mobil Tunjukkan Profesionalisme Tangani Berbagai Masalah AC Mobil
- Korban KSPSB Desak Negara Hadir, Proses PKPU Gagal dan Hukum Dinilai Mandek
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
Wabup Blitar Mengajak Ex Napi Deradikalisasi Membangun NKRI yang Berideologi Pancasila

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso dalam acara pembinaan kewirausahaan kepada mitra deradikalisasi di Provinsi Jawa Timur.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso didepan para mantan Napi Deradikalisasi setelah habis menjalani massa penahanan untuk lebih berpikir bijak dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi ideologi Pancasila. Ungkapan Rahmat Santoso yang juga sebagai ketua DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) disampaikan saat acara pembinaan kewirausahaan kepada mitra deradikalisasi di Provinsi Jawa Timur.
Acara ini dilaksanakan bertempat di Balai Benih Kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi pada Rabu (21/09/22) bersama Subdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) BNPT Pusat yang dipimpin oleh Prof. Irfan Idris, M.A, mereka mendapatkan pembinaan sejak tanggal 20 sampai 23 September 2022.

Baca Lainnya :
- Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang
- Satlantas Menyapa Masyarakat, Edukasi Administrasi Kendaraan dan Pelatihan SIM Praktis
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
"Panjenengan telah kembali kepangkuan tanah air dan beridiologi Pancasila. Dan akan kembali berjuang bersama-sama kita untuk pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat menata ekonomi dengan berwira usaha," tutur Wabup.
Rahmat Santoso juga mengajak para ex Napi Deradikalisasi ini lebih memanfaatkan pengembangan potensi Kabupaten Blitar, berkolaborasi dengan pelaku UMKM agar usaha yang ditekuni sekarang cepat berkembang. Produk UMKM kedepannya sangat membuka peluang pasar, karena Pemerintah Kabupaten Blitar telah bekerjasama dengan pasar modern seperti Indomart dan Alfamart yang bersedia menerima produk UMKM.
"Saya optimis, saudara bisa sukses menjadi seorang pengusaha. Karena sudah banyak contoh mantan narapidana sukses menjalankan bisnis, baik di bidang property, makanan olahan, kuliner dan produk unggulan yang lain. Keuletan dan kerja keras yang menghantarkan mereka suskes, bisa berkolaborasi dengan pelaku UMKM yang sudah.

Kepada para mantan Napi yang berjumlah 12 dan bisa hadir 8 orang ini, Rahmat Santoso juga minta agar para mantan Napi Deradikalisasi ini melakukan sharing knowledge, manfaatkan teknologi yang ada.
"Untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia baldatun toyyibatun warobu ghofur, mari kita saling berpacu untuk berkontribusi positif kepada bangsa dan negara,"tandasnya
Dilain sisi dari Subdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) BNPT Pusat Prof. Irfan Idris, M.A. kepada wartawan juga menyampaikan, " Tugas BNPT terhadap para mantan Napi adalah dengan terus melakukan pembinaan, dan menyadarkannya secara bertahap, mengajak memahami kebhinekaan bangsa ini yang tetap mendasar pada idiologi Pancasila,"Imbuhnya.
Ditempat terpisah Salah satu mantan Napi bernama AR yang pernah ditahan 4 tahun, selama dalam binaan BNPT Dia mengaku menyadari akan kesalahan yang pernah dilakukan sebelum yakni paham radikalisme." Awal pergaulan dan pemahaman ajaran yang salah, selama dalam pembinaan BNPT di Lapas, saya lebih mengenal wawasan kebangsaan yang Bhineka Tunggal Ika, beraneka suku bangsa dan agama, saya mengajak kepada masyarakat selalu waspada tidak mudah terprovokasi dengan membawa bawa simbul agama sebagai kedok, yang sebenarnya akan merongrong stabilitas NKRI," Pungkas AR. (za/mp)















