Breaking News
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
Usai Pembatalan PPKM Level 3, Warga Majalengka Dapat Menikmati Wisata Libur Nataru

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka - Pemerintah batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada musim libur Natal dan tahun baru (Nataru), menanggapi hal itu di daerah Kabupaten Majalengka tetap akan terus mengawasi mobilisasi masyarakat serta terfokus mendistribusikan vaksinasi sampai ke pelosok desa. Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan bahwa pihaknya akan lebih memfokuskan diri mendistribusikan vaksinasi ke masyarakat dan dipastiikan hingga sampai saat ini untuk jumlah cakupan vaksinasi tersedia. "Telah didistribusikan sebanyak 66 persen untuk dosis 1 dan 41 persen dosis 2 dengan harapan pemerintah memastikan Majalengka ingin terus aman dan terkendali, karena kita lagi fokus akselerasi vaksinasi dan tentunya terlepas dan pertimbangan level," ujar Karna kepada wartawan. Kamis, (16/12/2021) Kendati demikian, Karna menyebut pemerintah tetap akan mengawasi dan mengendalikan mobilisasi masyarakat. Terlebih di objek wisata yang rawan dengan mobilitas kegiatan dan pusat perkumpulan pada nataru ini. "Pada prinsipnya Kabupaten Majalengka akan tetap mengawasi dan mengendalikan mobilitas dan kerumunan masyarakat di lokus dan objek yang rawan dengan mobilitas kegiatan dan pusat perkumpulan. Karena semua itu akan menjadi titik rawan munculnya cluster," ucapnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka, Iding Solehudin menambahkan, terkait penyekatan di objek wisata dalam upaya pencegahan Covid-19 pada Nataru nanti. Pihaknya akan lebih dulu berkoordinasi dengan kepolisian. Yang jelas, pihaknya akan mendukung semua kebijakan yang ditentukan oleh Bupati Majalengka. "Kalau terkait penyekatan itu nanti bergantung dengan apa yang telah ditetapkan, kita masih menunggu dari kepolisian untuk koordinasi," jelas Iding. Sementara itu, Asep selaku warga menanggapi pembatalan PPKM Level 3 disaat libur Nataru tentunya sudah dipertimbangkan dengan baik. "Meski demikian, dengan begitu pastinya pemerintah percaya bahwa sebagai warga harus bisa menyesuaikan keadaan tersebut. Yang terpenting tingkatkan kesadaran untuk tetap disiplin protokol kesehatan covid-19 dan bagi mereka yang belum di vaksin agar segera mendaftarkan diri," pungkasnya. ** (Git)

















