Breaking News
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Usai Pembatalan PPKM Level 3, Warga Majalengka Dapat Menikmati Wisata Libur Nataru

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka - Pemerintah batal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada musim libur Natal dan tahun baru (Nataru), menanggapi hal itu di daerah Kabupaten Majalengka tetap akan terus mengawasi mobilisasi masyarakat serta terfokus mendistribusikan vaksinasi sampai ke pelosok desa. Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan bahwa pihaknya akan lebih memfokuskan diri mendistribusikan vaksinasi ke masyarakat dan dipastiikan hingga sampai saat ini untuk jumlah cakupan vaksinasi tersedia. "Telah didistribusikan sebanyak 66 persen untuk dosis 1 dan 41 persen dosis 2 dengan harapan pemerintah memastikan Majalengka ingin terus aman dan terkendali, karena kita lagi fokus akselerasi vaksinasi dan tentunya terlepas dan pertimbangan level," ujar Karna kepada wartawan. Kamis, (16/12/2021) Kendati demikian, Karna menyebut pemerintah tetap akan mengawasi dan mengendalikan mobilisasi masyarakat. Terlebih di objek wisata yang rawan dengan mobilitas kegiatan dan pusat perkumpulan pada nataru ini. "Pada prinsipnya Kabupaten Majalengka akan tetap mengawasi dan mengendalikan mobilitas dan kerumunan masyarakat di lokus dan objek yang rawan dengan mobilitas kegiatan dan pusat perkumpulan. Karena semua itu akan menjadi titik rawan munculnya cluster," ucapnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka, Iding Solehudin menambahkan, terkait penyekatan di objek wisata dalam upaya pencegahan Covid-19 pada Nataru nanti. Pihaknya akan lebih dulu berkoordinasi dengan kepolisian. Yang jelas, pihaknya akan mendukung semua kebijakan yang ditentukan oleh Bupati Majalengka. "Kalau terkait penyekatan itu nanti bergantung dengan apa yang telah ditetapkan, kita masih menunggu dari kepolisian untuk koordinasi," jelas Iding. Sementara itu, Asep selaku warga menanggapi pembatalan PPKM Level 3 disaat libur Nataru tentunya sudah dipertimbangkan dengan baik. "Meski demikian, dengan begitu pastinya pemerintah percaya bahwa sebagai warga harus bisa menyesuaikan keadaan tersebut. Yang terpenting tingkatkan kesadaran untuk tetap disiplin protokol kesehatan covid-19 dan bagi mereka yang belum di vaksin agar segera mendaftarkan diri," pungkasnya. ** (Git)


.jpg)














