- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
Ultimatum Keras! Kios Tak Aktif di Pasar Sindangkasih Terancam Dicabut

Keterangan Gambar : Pasar Tradisional Sindangkasih, Cigasong Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA – Upaya penataan pasar tradisional kembali menjadi perhatian publik. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majalengka (Disperdagin) menerbitkan surat edaran yang mewajibkan pemilik dan penyewa ruko, kios, los, toko hingga auning di Pasar Sindangkasih Cigasong untuk segera mengaktifkan kembali usahanya.
Langkah ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan sebanyak 234 kios tidak beroperasi dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut dinilai menghambat optimalisasi fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat serta berdampak pada penataan pedagang yang berjualan di luar area resmi.
Kepala Disperdagin Kabupaten Majalengka, Heri Rahyubi, menegaskan para pemilik atau penyewa diberi waktu paling lambat satu bulan sejak surat edaran diterbitkan untuk kembali membuka usahanya.
Baca Lainnya :
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
"Kami mengimbau agar kios dan ruko yang selama ini tidak aktif segera difungsikan kembali. Tujuannya agar aktivitas perdagangan kembali hidup dan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Selain kewajiban membuka kios, pedagang juga diminta menjaga kebersihan, ketertiban, serta memenuhi kewajiban retribusi sesuai aturan yang berlaku.
Disperdagin juga memberi peringatan tegas. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan kios tetap tidak beroperasi tanpa alasan jelas, pemerintah daerah akan mengambil alih pemanfaatannya. Pasalnya, Hak Guna Bangunan (HGB) sejumlah kios tersebut diketahui telah berakhir lebih dari tiga tahun lalu.
"Ini bukan sekadar penertiban, tetapi bentuk penataan agar fasilitas pasar bisa dimanfaatkan pedagang lain yang benar-benar siap berusaha," tegas Heri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Disperdagin, Taufikurrohman, menyebut dari 234 kios kosong, sebanyak 79 kios masih dalam kondisi layak pakai. Mayoritas kios yang tidak ditempati merupakan pedagang pakaian.
Di sisi lain, masih banyak pedagang yang berjualan di area depan atau luar pasar. Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban dan estetika kawasan pasar.
"Dengan adanya surat edaran ini, kami akan menertibkan pedagang di bagian depan agar bisa mengisi kios-kios yang kosong," katanya.
Disperdagin membuka ruang koordinasi bagi pedagang yang mengalami kendala untuk kembali aktif. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh penataan pasar tradisional yang lebih tertib, produktif, dan berdaya saing di tengah tantangan perdagangan modern.
Penataan Pasar Sindangkasih Cigasong diharapkan tak hanya berdampak lokal, tetapi menjadi model revitalisasi pasar rakyat yang berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia. ** (Agit)

















