- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Puspom TNI Merilis 4 Identitas Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Tren Fashion Jadi Peluang UMK Kuasai Pasar Lokal

Megapolitanpos.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan seiring dengan perkembangan gaya hidup khususnya fashion saat ini yang tidak lagi berkiblat pada produksi massal atau skala pabrik melainkan mengarah pada custom fashion yang sesuai pesanan konsumen menjadi peluang bagi pelaku UMK untuk menguasai pasar lokal yang potensinya masih terbuka lebar.
"Brand lokal yang sebagian besar pelakunya adalah usaha mikro kecil dengan produk customnya yang unik, menjadi tren baru permintaan fashion saat ini. Terlebih tren media sosial juga mengarah ke hal-hal unik, kecil tapi menarik. Ini yang harus kita manfaatkan untuk menguasai pasar dalam negeri dengan brand lokal," kata MenKopUKM Teten Masduki di Jakarta, Rabu (5/7).
Dengan membidik pasar menengah ke atas, MenKopUKM Teten optimistis brand lokal yang memproduksi custom dan fashion unik, akan mendapatkan nilai tambah, karena harga produk custom umumnya lebih tinggi dibandingkan barang produksi massal. "Pasar yang dibidik juga bisa pasar upper dimana mereka sangat butuh akan ciri khas atau keunikan dari fashion yang dikenakan," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
Meski menekankan pada produk fashion custom dan unik untuk bisa menguasai pasar dalam negeri, MenKopUKM Teten juga mengingatkan agar industri fashion tetap bisa memproduksi fashion secara massal yang ditujukan untuk pasar menengah ke bawah. Ini diperlukan agar, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor pakaian bekas yang jelas-jelas akan mematikan industri fashion dalam negeri.
Agregator Fashion
Terkait JakCloth Summerfest Reload, MenKopUKM mengakui ia sendiri sudah lama menantikan event ini digelar. “Ini sebuah event yang sangat berarti bagi industri fashion dan kreatif di Indonesia. Wadah bagi inovasi, inspirasi, dan kolaborasi yang luar biasa," kata Teten.
Menurut Teten, sejak berdirinya pada 2007, JakCloth telah menjadi event lokal clothing terbesar di Indonesia. Bahkan JakCloth bukan lagi jadi sekadar event, melainkan platform, dan aggregator produk fashion lokal terbaik.
Menteri Teten menjelaskan, JakCloth juga telah bekerja sama dengan KemenKopUKM untuk pembiayaan KUR dalam pembelian bahan baku kolektif, produksi bersama, gudang bersama, sampai dengan pembelian booth di event JakCloth agar UMKM semakin bisa mengakses pasar. "Ini merupakan bentuk nyata bagaimana pemerintah juga merespons kebutuhan UMKM di Indonesia," katanya.
Tidak hanya itu, JakCloth juga mendukung wirausaha di setiap daerah melalui tur ke kota-kota besar di Indonesia. Hal ini terbukti dengan kerja sama JakCloth dalam acara Lebaran Tour, di mana JakCloth bekerja sama dengan ribuan UMKM Clothing untuk mengunjungi 13 kota besar di Indonesia termasuk Banjarmasin, Malang, Bekasi, Samarinda, Lampung, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Kota-kota itu sekaligus menjadi saksi perkembangan pesat industri fashion di Indonesia.
Teten mengatakan, dalam setiap acara JakCloth lebih dari 300 brand UMKM lokal terlibat. Dan peran aggregator tampak semakin menjadi kunci yang mengonsolidasikan UMKM Indonesia naik kelas.
Lebih lanjut Menteri Teten memaparkan, industri fashion memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Tercatat 18 persen PDB Indonesia berasal dari sektor ini dan sektor fashion juga menyumbang 66 persen dari total nilai ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia.
"Angka-angka ini membuktikan potensi besar yang dimiliki oleh industri fashion di Indonesia, dan JakCloth hadir sebagai wujud nyata dari keberhasilan ini," katanya.
Tidak heran, perputaran ekonomi yang terjadi di setiap acara JakCloth dapat mencapai ratusan juta hingga miliarab rupiah.
Sebagai contoh, Lebaran Tour JakCloth sukses mencapai penjualan sebesar Rp200 miliar. Dengan lebih dari 1 juta pengunjung di setiap kota, acara ini memberikan kontribusi yang luar biasa bagi UMKM yang terlibat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat yang lebih luas.
"Kepada seluruh brand UMKM yang berpartisipasi di JakCloth Summerfest Reload, selamat berkolaborasi dan unjuk gigi. Kepada seluruh masyarakat Indonesia selamat berbelanja produk fashion lokal terbaik di JakCloth Summerfest Reload," ucap Menteri Teten.
Reporter: Achmad Sholeh

















