- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Parmana Setiawan Soroti PBG dan Solusi Warga MBR dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Dewan Gun Sriwitanto Tekankan Sosialisasi hingga Tingkat RT dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Pemkab Barito Utara Perkuat Tata Kelola Keuangan, LKPD Disampaikan ke BPK
- Dua Raperda Krusial Dibahas, DPRD Bersama Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Kaji Banding
Toko Obat di Cisoka Diamuk Massa Lantaran Diduga Jual Obat Terlarang

Keterangan Gambar : Sebuah toko obat di Cisoka diamuk massa diduga menjual obat-obatan terlarang.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang – Sebuah toko obat yang disinyalir menjual obat-obatan terlarang di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang menjadi sasaran amuk massa, minggu (18/12/2022).
Kemarahan warga atas keberadaan toko obat yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang jenis Hexymer, Dekstrometorfan, dan Tramadol lantaran toko tersebut sudah sepakat untuk tidak lagi berjualan di Desa Cempaka.
“Kami sebelumnya sudah membuat suatu petisi terhadap keberadaan toko obat itu, waktu itu kami di mediasi oleh pihak desa dan mereka sepakat untuk pindah dari desa kami,” ungkap Otonk Netto salah seorang ketua pemuda Desa Cempaka kepada pewarta.
Baca Lainnya :
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Dies Natalis ke-20 UNMA, Bupati Eman : Kampus Harus Jadi Motor Solusi di Era Tantangan Kompleks
- Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs
Ia menuturkan, kemarahan warga yang tidak lagi bisa dibendung lantaran beberapa pemuda di desanya sudah menjadi korban atas peredaran obat-obatan terlarang.
“Itu toko obat sudah lima tahun buka di sini, kami sudah tidak lagi memberikan toleransi lagi karena sudah ada pemuda sini yang meninggal diduga gara-gara eksimer. Ada yang satu lagi terganggu kejiwaannya dan semuanya pemuda desa kami,” ungkap Otonk Netto yang juga aktif sebagai penggiat media sosial.
Ironisnya lagi, Netto menyebut peredaran obat-obatan terlarang jenis Eximer, Dekstrometorfan dan, Tramadol sudah merangsek ke kalangan anak-anak usia sekolah dasar, sehingga tidak lagi ada alasan untuk toko obat yang diduga mengedarkan obat tersebut untuk beroperasi di desanya.
“Kami pernah menanyakan kepada ibu-ibu yang beli obat di sana untuk putranya yang kecanduan. Jadi kalau nggak dikasih (obat) si anak ngamuk-ngamuk, nendangin tv, apa aja dia tendang,” ujar Otonk Netto.
Di sisi lain, keberadaan toko yang diduga mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut sudah terang-terangan dalam mengedarkan barang terlarangnya yang memicu kemarahan warga Desa Cempaka.
“Entah ada siapa di belakangnya atau gimana? itu toko sudah meresahkan lah pokoknya,” ungkap Otonk Netto.
Netto menegaskan, untuk menghindari hal-hal anarki yang lebih parah, pekerja toko dan ratusan butir obat terlarang diserahkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Cisoka untuk ditindak lanjuti.
“Wah, kalau nggak diserahkan ke polsek bisa lebih parah. Untungnya sebelum massa aksi menjurus ke anarkis kami serahkan ke polisi,” ujar Otonk Netto.

















