- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Surat Edaran Ayah Ambil Rapor Anak ke Sekolah di Majalengka Diterbitkan, Ini Tujuannya

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman da Kadisdik Majalengka H Rd Unar Ma'ruf
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bupati Majalengka, H Eman Suherman telah menerbitkan Surat Edaran No. 400.9.12.1/162/2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, ditetapkan pada hari Kamis ini tanggal 18 Desember 2025.
Kebijakan tersebut disampaikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Instansi Vertikal, serta Camat se-Kabupaten Majalengka.
"Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, khususnya pada momen pengambilan rapor akhir semester," kata, bupati. Kamis, (18/12/2025)
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
H Eman menjelaskan bahwa peran ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter, motivasi belajar, serta kesiapan mental anak.
"Maka kehadiran ayah saat mengambil rapor anak adalah bentuk tanggung jawab moral orang tua dalam pendidikan. Ini bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang membangun komunikasi, perhatian, dan keteladanan bagi anak," jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan peran keluarga merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia Majalengka yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, keterlibatan ayah dalam proses pendidikan diharapkan menjadi budaya positif di tengah masyarakat.
"Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dilaksanakan pada penerimaan rapor akhir semester bulan Desember 2025, dengan menyesuaikan jadwal masing-masing satuan pendidikan," tegasnya.
Diakhir ia kembali menegaskan, teruntuk bagi para pegawai pemerintah yang mengikuti gerakan diberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing instansi.
"Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap tercipta sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah, serta terwujudnya generasi Majalengka yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhamad Umar Ma'ruf, menyatakan dukungan penuh dengan adanya kebijakan tersebut dan langsung mengajak seluruh satuan pendidikan untuk berperan aktif dalam menyukseskan gerakan ini.
"Kami sangat mendukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, mengutip yang disampaikan bupati tadi bahwa kehadiran ayah di sekolah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar anak," ujar Kadisdik.
Tak hanya itu, Ia menjelaskan akan memperkuat komunikasi antara orang tua dan guru dalam memantau perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
"Adapun sasaran gerakan ini meliputi ayah yang memiliki anak pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah," Sebutnya.
Kadisdik menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka juga telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar di dalam kesempatan itu setiap sekolah dapat memberikan ruang dialog.
"Nanti orang tua murid dapat berinteraktif dengan guru saat momentum pengambilan rapor, dimanfaatkan untuk evaluasi bersama demi peningkatan mutu pendidikan," tutupnya. ** (Agit)





.jpg)











