- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Migran di Kampus UNJ, Kepala BP2MI : Sinergi Perangi Sindikat TPPO

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Rawamangun, Jakarta, Jum'at sore (31/5/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Rektor UNJ Prof. Komarudin. Turut serta hadir mendampingi Kepala BP2MI, sejumlah Deputi Penempatan dan Pelindungan PMI. Sosialisasi diikuti para civitas akademika dan ratusan mahasiswa/i UNJ.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah awal kolaborasi dengan civitas akademisi untuk memerangi kejahatan perdagangan orang (TPPO) dan melawan sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
"Ini adalah langkah awal, sinergi, kolaborasi yang terus kita tingkatkan karena musuh terbesar kita bukan agama atau suku atau warna kulit yang berbeda, tapi musuh terbesar kita adalah para pengkhianat bangsa yang bersekongkol dengan para sindikat dan mafia kejahatan TPPO," ujar Benny kepada media usai memberikan paparan dalam acara sosialisasi tersebut.
Benny menuturkan, kerjasama dengan lembaga pendidikan dan civitas akademisi dalam menggaungkan aksi memerangi sindikat perdagangan orang sangat dibutuhkan oleh BP2MI. Menurutnya, lembaga pendidikan atau akademi merupakan civitas intelektual yang senantiasa lantang dalam memperjuangkan kebenaran.
"Nah..kampus ini menjadi basis perlawanan secara intelektual akademis yang selama ini memperjuangkan kebenaran. BP2MI butuh kampus sehingga ini menjadi bagian untuk memerangi tindak pidana perdagangan orang," bebernya.
Lanjut Benny mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya merupakan bagian tindak lanjut upaya mencegah lembaga pendidikan menjadi korban praktik kejahatan perdagangan orang.
"Ini tentunya bagian diseminasi informasi yang masif kita lakukan dan sosialisasi di daerah-daerah inti, jantung-jantung lembaga pendidikan termasuk hari ini di UNJ," imbuhnya.(*/Anton)




.jpg)






.jpg)





