- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Migran di Kampus UNJ, Kepala BP2MI : Sinergi Perangi Sindikat TPPO

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Rawamangun, Jakarta, Jum'at sore (31/5/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Rektor UNJ Prof. Komarudin. Turut serta hadir mendampingi Kepala BP2MI, sejumlah Deputi Penempatan dan Pelindungan PMI. Sosialisasi diikuti para civitas akademika dan ratusan mahasiswa/i UNJ.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah awal kolaborasi dengan civitas akademisi untuk memerangi kejahatan perdagangan orang (TPPO) dan melawan sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia.
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
"Ini adalah langkah awal, sinergi, kolaborasi yang terus kita tingkatkan karena musuh terbesar kita bukan agama atau suku atau warna kulit yang berbeda, tapi musuh terbesar kita adalah para pengkhianat bangsa yang bersekongkol dengan para sindikat dan mafia kejahatan TPPO," ujar Benny kepada media usai memberikan paparan dalam acara sosialisasi tersebut.
Benny menuturkan, kerjasama dengan lembaga pendidikan dan civitas akademisi dalam menggaungkan aksi memerangi sindikat perdagangan orang sangat dibutuhkan oleh BP2MI. Menurutnya, lembaga pendidikan atau akademi merupakan civitas intelektual yang senantiasa lantang dalam memperjuangkan kebenaran.
"Nah..kampus ini menjadi basis perlawanan secara intelektual akademis yang selama ini memperjuangkan kebenaran. BP2MI butuh kampus sehingga ini menjadi bagian untuk memerangi tindak pidana perdagangan orang," bebernya.
Lanjut Benny mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya merupakan bagian tindak lanjut upaya mencegah lembaga pendidikan menjadi korban praktik kejahatan perdagangan orang.
"Ini tentunya bagian diseminasi informasi yang masif kita lakukan dan sosialisasi di daerah-daerah inti, jantung-jantung lembaga pendidikan termasuk hari ini di UNJ," imbuhnya.(*/Anton)





.jpg)




.jpg)






