- Musrenbang RKPD 2027 Resmi Dibuka, Bupati Barito Utara Tekankan Perencanaan Terarah dan Prioritas Pembangunan
- Ketua DPRD Barito Utara Musrenbang RKPD Jadi Wadah Menyelaraskan Aspirasi Masyarakat
- Taufik Nugraha Dorong Revisi RTRWK dan Peningkatan Layanan Pendidikan - Kesehatan
- Hj. Henny Rosgiaty Usulkan Lokasi Strategis Pembangunan Jembatan Lahei
- Salurkan 200 Becak Listrik Banpres Presiden ini Pesan Bupati Blitar Rijanto
- Indonesia–Rusia Perkuat Hubungan Teknologi, PRSI Hadiri Pertemuan di Kedubes Rusia
- Sorot Anggaran Lift Rp 1,8 Miliar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, CBA Minta Kejati DKI Selidiki
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- RoboSports Bangun Ekosistem Olahraga Robotik Modern
- Kolaborasi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Migran di Kampus UNJ, Kepala BP2MI : Sinergi Perangi Sindikat TPPO

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Rawamangun, Jakarta, Jum'at sore (31/5/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Rektor UNJ Prof. Komarudin. Turut serta hadir mendampingi Kepala BP2MI, sejumlah Deputi Penempatan dan Pelindungan PMI. Sosialisasi diikuti para civitas akademika dan ratusan mahasiswa/i UNJ.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah awal kolaborasi dengan civitas akademisi untuk memerangi kejahatan perdagangan orang (TPPO) dan melawan sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia.
Baca Lainnya :
- DPD PSI Majalengka Turun ke Masyarakat, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Struktur Partai
- Pesantren Al-Mizan Gelar Ramadhan Fest 2026, Hadirkan Zikir hingga Bahtsul Masail
- Proyek Geothermal Halmahera Barat Disorot, Komisi XII DPR RI Dorong Evaluasi
- Milad ke-65 H. Ateng Sutisna, Doa dan Apresiasi Mengalir untuk Anggota DPR RI dari PKS
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
"Ini adalah langkah awal, sinergi, kolaborasi yang terus kita tingkatkan karena musuh terbesar kita bukan agama atau suku atau warna kulit yang berbeda, tapi musuh terbesar kita adalah para pengkhianat bangsa yang bersekongkol dengan para sindikat dan mafia kejahatan TPPO," ujar Benny kepada media usai memberikan paparan dalam acara sosialisasi tersebut.
Benny menuturkan, kerjasama dengan lembaga pendidikan dan civitas akademisi dalam menggaungkan aksi memerangi sindikat perdagangan orang sangat dibutuhkan oleh BP2MI. Menurutnya, lembaga pendidikan atau akademi merupakan civitas intelektual yang senantiasa lantang dalam memperjuangkan kebenaran.
"Nah..kampus ini menjadi basis perlawanan secara intelektual akademis yang selama ini memperjuangkan kebenaran. BP2MI butuh kampus sehingga ini menjadi bagian untuk memerangi tindak pidana perdagangan orang," bebernya.
Lanjut Benny mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya merupakan bagian tindak lanjut upaya mencegah lembaga pendidikan menjadi korban praktik kejahatan perdagangan orang.
"Ini tentunya bagian diseminasi informasi yang masif kita lakukan dan sosialisasi di daerah-daerah inti, jantung-jantung lembaga pendidikan termasuk hari ini di UNJ," imbuhnya.(*/Anton)














