- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Puspom TNI Merilis 4 Identitas Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- Babinsa bersama Komduk gelar Patroli Siskamling Jelang Idul Fitri
- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
Seskemenkop Achmad Zabadi Ingatkan Lima Pesan Penting Bung Hatta dalam Pengembangan Koperasi di Indonesia

Keterangan Gambar : Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dalam sambutannya pada acara Grand Opening dan Launching Gedung Holding Koperasi/ Gedung Pusat Penggerak Ekonomi BMT NU Ngasem Group di Jawa Timur, Rabu (26/02).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jawa Timur - Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong koperasi di seluruh Indonesia untuk kembali menghayati dan mengamalkan lima pesan penting dari Bapak Pendiri Koperasi Moh. Hatta. Hal tersebut penting diimplementasikan di dalam pengelolaan koperasi di Indonesia agar koperasi dapat tumbuh berkembang sebagaimana harapan Moh. Hatta.
Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop), Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa lima point penting yang disampaikan Bung Hatta yaitu pertama, koperasi harus didirikan dan dikelola dengan berlandaskan pada asas kepercayaan dan kejujuran. Menurutnya kejujuran menjadi salah satu faktor terpenting agar koperasi bisa tumbuh besar sebagaimana yang terjadi pada koperasi BMT NU Ngasem Group.
"Ada koperasi yang mengalami masalah karena adanya praktik-praktik yang tidak jujur baik dari manajemen, pengurus pengawas atau manajemennya. Sehingga kejujuran harus dibentuk dalam sebuah sistem yang transparan dan akuntabel," kata Ahmad Zabadi dalam sambutannya pada acara Grand Opening dan Launching Gedung Holding Koperasi/ Gedung Pusat Penggerak Ekonomi BMT NU Ngasem Group di Jawa Timur, Rabu (26/02).
Baca Lainnya :
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Resmikan Sundra Family Care, Menkop Apresiasi Diversifikasi Bisnis Kopontren Sunan Drajat Jatim
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Instrumen Utama Tindak Lanjut Program Perlindungan Sosial
Kedua, Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga pengawas koperasi harus lebih jeli dan rajin dalam belajar mengadopsi praktik-praktik baik yang dilakukan oleh koperasi-koperasi lainnya. Dengan memperbanyak belajar dari contoh sukses koperasi di berbagai wilayah di Indonesia akan pelecut bagi pengurus atau pengelola untuk menigkatkan kapasitas dan layanannya.
Ketiga, Ahmad Zabadi menambahkan bahwa Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga karyawan berdedikasi yang kuat serta dilandasi keberanian untuk menaklukkan ketakutan.
"Bung Hatta mengatakan keberanian menaklukan ketakutan diri sendiri menjadi hal yang penting, karena kegagalan muncul akibat rasa takut yang menghantui diri kita," kata Ahmad Zabadi.
Pesan Bung Hatta lainnya yaitu memperkuat persatuan dan kesatuan atar umat karena akan menjadi kekuatan yang besar bagi koperasi khususnya BMT NU Ngasem Grup. Ahmad Zabadi menilai bahwa jalinan ukhuwah islamiyah di dalam BMT NU Ngasem patut menjadi contoh bagi koperasi lain dalam pengembangan kapasitas dan kualitas dari koperasi.
"Kami sangat mengapresiasi perkembangan BMT NU Ngasem karena laju pertumbuhannya begitu cepat, apalagi NU punya potensi untuk itu karena jamaahnya banyak, tinggal bagaimana para kyai merawat dan pengurus manajemen harus merawat silaturahmi dengan baik," katanya.
Pesan terakhir dari Bung Hatta adalah semua pihak harus bergerak untuk mendukung pengembangan kapasitas usaha koperasi. Bentuk gerakan nyata yang dapat dilakukan oleh anggota koperasi adalah dengan membayar iuran wajib hingga iuran sukarela.
"Berkoperasi bukan sekedar simbol kita untuk menjadi anggota saja, tetapi koperasi secara esensial dari, oleh dan untuk anggota meningkat. Maka perkembangan koperasi sangat ditentukan oleh komitmen dan tanggung jawab dari banyak pihak," katanya.
Ahmad Zabadi secara khusus juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja koperasi BMT NU Ngasem yang telah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan sukses melakukan spin off terhadap usaha koperasi. Dinilai pengembangan koperasi BMT NU Ngasem ini sangat cepat dan mampu menjadi contoh bagi koperasi lainnya.
"Perkembangan koperasi Ngasem sangat progresif sekali dan saya melihat ada suatu pembeda yang begitu jelas (dengan koperasi lainnya) dalam melaksanakan RAT," kata Ahmad Zabadi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















