- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- DPMPTSP Barito Utara Paparkan Lima Manfaat Perizinan bagi Pelaku Usaha Mikro
Sejarah Kabupaten Majalengka: Dari Kerajaan Kuno hingga Perubahan Nama dan Hari Jadi Resmi

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA, 2 Februari 2026 – Kabupaten Majalengka, yang dikenal sebagai "Kota Angin" di Provinsi Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang mencakup masa kerajaan Hindu-Buddha, pengaruh Islam, hingga era kolonial Belanda. Wilayah ini kini memasuki babak baru dengan penetapan ulang Hari Jadi secara resmi.
Masa Awal: Kerajaan-Kerajaan Kuno
- Sebelum menjadi kabupaten modern, wilayah Majalengka merupakan bagian dari beberapa kerajaan Hindu-Buddha hingga abad ke-15, termasuk:
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Kerajaan Talaga Manggung (dipimpin Sunan Corenda/Sunan Parung),
- Kerajaan Rajagaluh (Prabu Cakraningrat),
- serta pengaruh dari Kerajaan Sindangkasih dan Talagamanggung.
Daerah ini juga terkait dengan Kerajaan Tarumanegara di masa awal. Legenda lokal seperti kisah Nyi Rambut Kasih (Ratu Sindangkasih) menjadi asal-usul nama "Majalengka", berasal dari kata "maja" (buah maja) dan "langka" (langka/hilang), karena pasukan Cirebon tidak menemukan buah maja setelah hutan pohon maja ditebang.
Pendirian Administratif di Era Kolonial Belanda
Secara administratif, cikal bakal Kabupaten Majalengka dimulai pada masa Hindia Belanda:
5 Januari 1819: Pembentukan Kabupaten Maja (atau Madja) berdasarkan Besluit Komisaris Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 23. Kabupaten ini termasuk dalam Karesidenan Cirebon, dengan ibu kota di wilayah Kecamatan Maja sekarang. Wilayahnya mencakup gabungan distrik Sindangkasih, Talaga, dan Rajagaluh. Bupati pertama adalah RT Dendranegara.
11 Februari 1840: Tonggak penting terjadi melalui Besluit Gubernur Jenderal D.J. de Eerens No. 2 dan Staatsblad No. 7. Ibu kota Kabupaten Maja dipindahkan dari Maja ke wilayah Sindangkasih, yang kemudian dinamai "Majalengka". Nama kabupaten pun berubah menjadi Kabupaten Majalengka (disebut setara makna dengan Majapahit dalam beberapa interpretasi). Bupati pertama setelah perubahan adalah Raden Aria Adipati Kertadiningrat.
Perubahan ini menandai pendirian resmi Kota Majalengka sebagai pusat pemerintahan hingga kini.
Perubahan Hari Jadi dan Usia Saat Ini
Dulu, Hari Jadi Kabupaten Majalengka diperingati setiap 7 Juni 1490 (berdasarkan asumsi spiritual 10 Muharam), sehingga usia mencapai 535 tahun. Namun, penetapan ini dikritik karena kurang bukti historis primer dan tidak terkait langsung dengan peristiwa administratif.
Pada akhir 2025, Pemkab dan DPRD Majalengka menyepakati perubahan melalui Perda baru. Hari Jadi resmi ditetapkan 11 Februari 1840, sesuai dokumen kolonial Belanda. Pada 2026, Kabupaten Majalengka memperingati Hari Jadi ke-186 tahun (dari 1840 hingga 2026).
Perubahan ini bertujuan agar lebih akurat secara historis, berfokus pada bukti administratif daripada legenda. Peringatan Hari Jadi ke-186 tahun 2026 telah dimatangkan Pemkab dengan berbagai kegiatan.
Kabupaten Majalengka kini terus berkembang, dengan warisan budaya kuat seperti kesenian Calung dan Tarling, serta proyek strategis seperti Bandara Kertajati. Sejarahnya mengingatkan pentingnya menjaga identitas di tengah kemajuan modern.
(Dihimpun dari beberapa sumber)











.jpg)




