- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Sejarah Kabupaten Majalengka: Dari Kerajaan Kuno hingga Perubahan Nama dan Hari Jadi Resmi

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA, 2 Februari 2026 – Kabupaten Majalengka, yang dikenal sebagai "Kota Angin" di Provinsi Jawa Barat, memiliki sejarah panjang yang mencakup masa kerajaan Hindu-Buddha, pengaruh Islam, hingga era kolonial Belanda. Wilayah ini kini memasuki babak baru dengan penetapan ulang Hari Jadi secara resmi.
Masa Awal: Kerajaan-Kerajaan Kuno
- Sebelum menjadi kabupaten modern, wilayah Majalengka merupakan bagian dari beberapa kerajaan Hindu-Buddha hingga abad ke-15, termasuk:
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Kerajaan Talaga Manggung (dipimpin Sunan Corenda/Sunan Parung),
- Kerajaan Rajagaluh (Prabu Cakraningrat),
- serta pengaruh dari Kerajaan Sindangkasih dan Talagamanggung.
Daerah ini juga terkait dengan Kerajaan Tarumanegara di masa awal. Legenda lokal seperti kisah Nyi Rambut Kasih (Ratu Sindangkasih) menjadi asal-usul nama "Majalengka", berasal dari kata "maja" (buah maja) dan "langka" (langka/hilang), karena pasukan Cirebon tidak menemukan buah maja setelah hutan pohon maja ditebang.
Pendirian Administratif di Era Kolonial Belanda
Secara administratif, cikal bakal Kabupaten Majalengka dimulai pada masa Hindia Belanda:
5 Januari 1819: Pembentukan Kabupaten Maja (atau Madja) berdasarkan Besluit Komisaris Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 23. Kabupaten ini termasuk dalam Karesidenan Cirebon, dengan ibu kota di wilayah Kecamatan Maja sekarang. Wilayahnya mencakup gabungan distrik Sindangkasih, Talaga, dan Rajagaluh. Bupati pertama adalah RT Dendranegara.
11 Februari 1840: Tonggak penting terjadi melalui Besluit Gubernur Jenderal D.J. de Eerens No. 2 dan Staatsblad No. 7. Ibu kota Kabupaten Maja dipindahkan dari Maja ke wilayah Sindangkasih, yang kemudian dinamai "Majalengka". Nama kabupaten pun berubah menjadi Kabupaten Majalengka (disebut setara makna dengan Majapahit dalam beberapa interpretasi). Bupati pertama setelah perubahan adalah Raden Aria Adipati Kertadiningrat.
Perubahan ini menandai pendirian resmi Kota Majalengka sebagai pusat pemerintahan hingga kini.
Perubahan Hari Jadi dan Usia Saat Ini
Dulu, Hari Jadi Kabupaten Majalengka diperingati setiap 7 Juni 1490 (berdasarkan asumsi spiritual 10 Muharam), sehingga usia mencapai 535 tahun. Namun, penetapan ini dikritik karena kurang bukti historis primer dan tidak terkait langsung dengan peristiwa administratif.
Pada akhir 2025, Pemkab dan DPRD Majalengka menyepakati perubahan melalui Perda baru. Hari Jadi resmi ditetapkan 11 Februari 1840, sesuai dokumen kolonial Belanda. Pada 2026, Kabupaten Majalengka memperingati Hari Jadi ke-186 tahun (dari 1840 hingga 2026).
Perubahan ini bertujuan agar lebih akurat secara historis, berfokus pada bukti administratif daripada legenda. Peringatan Hari Jadi ke-186 tahun 2026 telah dimatangkan Pemkab dengan berbagai kegiatan.
Kabupaten Majalengka kini terus berkembang, dengan warisan budaya kuat seperti kesenian Calung dan Tarling, serta proyek strategis seperti Bandara Kertajati. Sejarahnya mengingatkan pentingnya menjaga identitas di tengah kemajuan modern.
(Dihimpun dari beberapa sumber)





.jpg)











