- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
- Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat EDRR 2026, Teknologi AI Jadi Andalan
- Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pemkab Barito Utara dengan Pemerintah Pusat
- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
Program Infrastruktur hingga Bedah Rumah Jadi Bukti Kinerja Wali Kota Jakpus Arifin

Keterangan Gambar : Salah satu giat Walikota Jakpus Arifin turun langsung ke rumah warga.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Dukungan terhadap kinerja Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, terus mengalir di tengah ramainya kritik yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh muda Tanah Abang menilai penilaian terhadap seorang kepala daerah seharusnya didasarkan pada fakta dan hasil kerja yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata opini yang berkembang di ruang digital.

Baca Lainnya :
Pengacara muda sekaligus tokoh muda Tanah Abang, H. Okis Bangkit, SH, menegaskan kritik merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi. Namun, menurutnya, kritik akan lebih bernilai apabila disampaikan secara objektif, beretika, serta didukung data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Kalau ada yang mengkritik kinerja Pak Wali Kota, itu hak setiap warga. Namun akan lebih baik jika kritik tersebut disampaikan berdasarkan fakta dan secara langsung. Pak Arifin adalah sosok yang terbuka terhadap masukan, terutama yang bersifat membangun," ujar Okis.

Menurut Okis, anggapan yang menyebut Arifin hanya mengandalkan pencitraan di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut Arifin dikenal aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan berbagai persoalan warga segera mendapat solusi.
Salah satu contohnya adalah agenda rutin setiap Selasa malam berupa dialog tatap muka bersama warga Jakarta Pusat. Dalam forum tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada Wali Kota untuk segera ditindaklanjuti.
Bahkan, Arifin juga disebut memberikan nomor telepon pribadinya kepada warga agar pengaduan maupun informasi mengenai persoalan di lingkungan dapat disampaikan secara cepat.
"Ini menunjukkan komitmen beliau membangun komunikasi tanpa sekat dengan masyarakat. Tidak semua kepala daerah membuka akses komunikasi pribadi seperti itu," katanya.
Okis juga menyoroti sejumlah program yang telah direalisasikan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, mulai dari pengaspalan Jalan Pasar Baru Barat dan Jalan Karet Bivak, program bedah rumah bagi warga kurang mampu dan korban kebakaran, hingga revitalisasi kawasan Kebon Kacang serta penataan kawasan Jati Petamburan.
Di bidang pendidikan, Arifin juga disebut turun langsung mengunjungi rumah dua anak yang terancam putus sekolah guna memastikan mereka tetap memperoleh hak pendidikan.
Selain itu, setiap Rabu pagi Arifin rutin bersepeda menyusuri sejumlah wilayah Jakarta Pusat untuk memantau kebersihan, mengecek fasilitas umum, sekaligus melihat langsung berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.
Menurut Okis, aktivitas tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Arifin di media sosial bukan sekadar membangun citra, melainkan sebagai bentuk transparansi sekaligus media penyampaian informasi kepada masyarakat.
"Yang paling penting bukan seberapa sering tampil di media sosial, tetapi apakah ada hasil kerja yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kami melihat berbagai program yang telah dijalankan menjadi bukti nyata," tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan H. Bardata, putra tokoh legendaris Tanah Abang Bang Yusuf Muhi atau Bang Ucu. Ia mengingatkan agar kritik terhadap pemerintah tetap mengedepankan etika, objektivitas, dan fakta sehingga mampu menjadi bahan evaluasi yang konstruktif.
"Kami bukan anti-kritik. Kritik sangat diperlukan untuk perbaikan. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, berdasarkan fakta, dan masyarakat tentu dapat menilai sendiri bagaimana kinerja Wali Kota Jakarta Pusat selama ini," tutup Bardata.
















