- Paripurna III DPRD Barito Utara, Bupati Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Lima Raperda
- Anggota DPRD Barito Utara Semarakkan Safari Ramadhan di Lahei Barat, Pererat Silaturahmi Hingga Pelosok Desa
- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- PWHI Surati DPKAD Kab.Tangerang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel. Kutabumi
Raih Podium Dua di Sepang Internasional Sirkuit, Alvin-Avila Bahar Mengaku Puas

Keterangan Gambar : Alvin Bahar saat melaju di Sepang Internasional Sirkuit
MEGAPOLITANPOS.COM, SEPANG - Alvin Bahar dan putranya Avila Bahar seolah punya tenaga ekstra. Usai sama-sama meraih gelar juara nasional pada kelas berbeda di putaran terakhir Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2023 di Sirkuit Internasional Sentul, sepekan sebelumnya, keduanya sontak hengkang ke Negeri Jiran.
Avila terbang lebih awal menuju Sepang, Malaysia, tampil di pentas balap bertajuk ‘Sepang 1000 Km Endurance Race’ (S1K) yang digelar pada Kamis-Minggu (23-26/11/2023) di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Dua hari berselang, sang ayah, Alvin Bahar pun terbang mengikuti putranya guna mendampingi Avila di balapan Super Production yang mereka ikuti atas undangan dari Honda Malaysia.
Tentu saja hubungan baik pabrikan Honda Indonesia dan Malaysia yang terjalin baik sejak lama yang membuat Honda Indonesia pun menerjunkan dua pembalap papan atas pabrikan ini untuk tampil di ajang internasional yang diikuti ratusan pembalap dari puluhan negara ini.
Baca Lainnya :
- Raymond Indra dan Joaquin Ukir Runner-up di Istora, Disebut Penerus Kevin/Marcus
- Alwi Farhan Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2026, BNI: Bukti Pembinaan PBSI Efektif
- Indonesia Masters 2026: BNI Perkuat Dukungan untuk Pelatnas Bulu Tangkis Indonesia
- Premier League Lebih Seru dengan Fantasy FPL Mansion Sports 2025
- DKI Jakarta Evaluasi POPNAS XVII: Siwo PWI Jaya dan KONI Rumuskan Strategi Pembinaan Atlet Muda
Balapan Sepang 1000 km ini merupakan balap ketahanan international open di sirkuit Sepang Internasional dengan menempuh jarak 1.000 km. Jadi 181 lap diikuti selalu oleh 77 peserta karna jumlah maksimum sesuai lisensi sirkuit. Sebenarnya peserta yang mendaftar pun lebih dari 77 peserta, tapi akhirnya kena eliminasi.
Kejuaraan ini terbagi menjadi 4 kelas dan di kelas Super Production yang diikuti Alvin dan Avila ini, termasuk yang pesertanya paling banyak, yaitu 29 mobil. Setiap satu mobil boleh terdiri dari dua sampai dengan empat pembalap.
Sesungguhnya Avila Bahar direncanakan hanya tampil berdua dengan Stefen Teo. Tapi, karna balap 1.000 km terbilang sangat lama hingga mencapai waktu sembilan jam, dan menurut penilaian tim, formasi dua pembalap terlalu riskan sehingga diputusin sang ayah Alvin Bahar pun ikut mendampingi sehingga ada spare tenaga dan stamina.
Penilaian tim memang tak salah. Alvin, Avila dan Stefen Teo tampil mumpuni menghabiskan 161 lap dan meraih posisi kedua dengan gap hanya 46 detik dari pembalap Malaysia: Lee Kar Wai yang meraih posisi pertama.
Alvin Bahar sebagai pembalap yang posisinya mengemudikan kendaraan hingga memasuki finis mengakui kalau balapan ini sangat menantang karena 1000 kilometer dan waktunya mencapai Sembilan jam-an. “Memang butuh tenaga ekstra dan harus fit banget sehingga terasa sangat menantang,” tutur Alvin kepada media, Senin (27/11/2023). Jelas menantang lantaran Alvin baru tiba di Sepang pada Jumat (24/11/2023) dan hanya beristirahat sekitar dua jam-an, langsung tancap gas di kelas Super Production.
Menurut Alvin, balapan di Sirkuit Sepang itu pun jadi pengalaman berharga dalam karir balapnya bersama putranya. “Kami mulai balap dari jam 12.00 siang dan baru kelar sekitaran jam 21.00 waktu Malaysia. Sangat menyenangkan bagi kami,” jelas Alvin.
Meski kelelahan, Alvin dan Avila puas dengan hasil posisi runner up yang mereka raih. Setidaknya, usai kecapean dari balapan putaran terakhir di ISSOM Sentul, ayah dan anak ini tetap bisa meraih hasil cemerlang, posisi kedua di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)



.jpg)













