- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.

Keterangan Gambar : membuka Sosialisasi Organisasi Seni Budaya Keagamaan di Kota Tangerang yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas seni budaya keagamaan di Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (23/9/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, TANGERANG - Kekayaan seni dan budaya keagamaan bukan sekadar warisan masa lalu. Di tengah perubahan zaman, warisan tersebut perlu terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan dengan cara yang relevan dan dekat dengan generasi muda.
Hal itu disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat membuka Sosialisasi Organisasi Seni Budaya Keagamaan di Kota Tangerang yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas seni budaya keagamaan, yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kesra, Sekretariat Daerah Kota Tangerang, di Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (23/09/2026).
Sachrudin mengatakan, keberlangsungan seni dan budaya membutuhkan kolaborasi seniman, budayawan, tokoh agama, komunitas, pemerintah, dan generasi muda sebagai penerus.
Baca Lainnya :
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
“Bagaimana seni budaya di Kota Tangerang ini bisa tumbuh dan berkembang, punya daya tarik sendiri, bukan hanya dikenal masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga daerah lain bahkan mancanegara. Yang paling penting, bagaimana kita menghadirkan seni budaya ini kepada generasi penerus, para generasi muda,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, budaya tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi mencakup nilai, tradisi, kebiasaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan antargenerasi.
Sebagai kota multikultural dan multietnis, Kota Tangerang memiliki kekayaan seni dan tradisi, mulai dari palang pintu, lenong, wayang kulit, barongsai, gambang kromong, tari cokek, debus, hingga hadroh, marawis, gambus dan berbagai seni budaya keagamaan lainnya.
Oleh karena itu, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk membuat kekayaan budaya tersebut semakin dekat dan dikenal generasi muda. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Tangerang pun mendorong pelaku seni dan budaya memanfaatkan ruang digital, termasuk lewat Aplikasi Tangerang LIVE melalui fitur E-Plesiran, untuk memperkenalkan karya, kegiatan, komunitas, dan potensi budaya lokal.
“Hari ini, kami sosialisasikan kepada para seniman dan budayawan di Kota Tangerang untuk terus mengembangkan seni dan budaya yang ada agar tetap relevan dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada di aplikasi Tangerang LIVE,” tuturnya.
Sachrudin, menuturkan, seni budaya keagamaan juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai kebaikan, persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Ia berharap, sosialisasi tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berlanjut menjadi karya dan kolaborasi nyata yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan budaya daerah.
“Harapannya tentu kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengembangkan seni budaya yang ada di Kota Tangerang, sehingga tetap hidup, dikenal, dan bisa diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.(Tus)


.jpg)






.jpg)






