- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
PSI Minta Pemprov DKI Siaga Angka DBD Jakarta yang Melonjak, Fokus Pencegahan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad
MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta,- Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk cepat menangani wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melonjak tinggi di awal tahun 2023.
"Awal tahun ini dalam satu bulan sudah ditemukan 46 kasus DBD di Jakarta. Berkaca dari tahun lalu kita mengalami lonjakan kasus pada bulan-bulan yang sama ini angkanya bisa mencapai sekitar 700an kasus. Ada pengaruh dari curah hujan akhir-akhir ini juga. Upaya preventif harus mulai dikencangkan," kata Idris.
Idris meminta agar Puskesmas di masing-masing wilayah dapat segera menaikan intensitas kerja sama dengan kader jumantik setempat.
Baca Lainnya :
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
"Pastikan para kader Jumantik benar-benar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik untuk melakukan langkah pencegahan di bawah koordinasi Puskesmas wilayah. Kader-kader ini yang menjadi alarm pertama jika harus dilakukan penambahan," tambahnya.
Ia menambahkan bahwa kewaspadaan adalah kunci dari keberhasilan menekan angka wabah ini.
"Secara keilmuan DBD adalah penyakit yang dapat dicegah agar resiko yang dialami nanti juga seminim mungkin. Tentu kita tidak ingin warga DKI terutama anak-anak harus terjangkit dulu baru kita panik bertindak. Apalagi penyakit ini resiko tertingginya adalah kematian," tutup Idris. ** (Jhn)





.jpg)


.jpg)




