- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Proyek Rehab Kelas SMPN 1 Curug Dikeluhkan

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 1 Curug dituding minim pengawasan, dan beresiko membahayakan bagi siswa dan suluruh warga sekolah.
Pasalnya, dalam proyek tersebut nampak para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri dan tidak memasang pembatas atau rambu - rambu disekitar lokasi pekerjaan.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada Jumat (27/9/2024)
Baca Lainnya :
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
Nampak sisa sisa pembongkaran seperti besi - besi cor, plat gelombang yang terbuat dari bahan galvanis yang digunakan untuk membungkus material cor pada lantai atau dak beton dibiarkan tergeletak dilokasi yang berdekatan dengan lorong yang menjadi satu satunya akses keluar masuk siswa dan seluruh warga sekolah.
Bukan cuma itu, proses pembongkaran ruang kelas pada lantai dua disinyalir kurang mempertimbangkan aspek keselamatan siswa dan warga sekolah, pasalnya berdasarkan pantauan dilokasi tidak ada satupun jaring pengaman yang dipasang untuk menghindari sisa material yang dikhawatirkan dapat menimpa siswa.
Hal tersebut dibenarkan Muhamad, Salahsatu warga yang mengaku sedikit khawatir proyek pembangunan rehabilitasi ruang kelas malah akan berdampak buruk bagi putrinya yang tengah menimba ilmu di SMPN 1 Curug.
"Bicara khawatir mah watir banget, namanya anak anak tau - tau ada bata dari atas jatoh siapa yang mau tanggung jawab," kata Muhammad.
Disamping mengabaikan faktor keselamatan, ia menduga pengerjaan proyek tersebut tidak memenuhi spesifikasi bahan bahan bangunan yang sudah direncanakan dan ditetapkan
"Saya juga pernah mengerjakan proyek Pemda, tapi ya gitu gitu amat, bisa kita lihat dari penggunaan merek semen aja saya menduga sudah diakali, belum lagi ukuran dan ketebalan besi yang mereka pakai, wah ini mah udah ampun - ampun," ungkap Muhammad. ** (Red)
















