- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
Proyek Rehab Kelas SMPN 1 Curug Dikeluhkan

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Proyek rehabilitasi ruang kelas SMPN 1 Curug dituding minim pengawasan, dan beresiko membahayakan bagi siswa dan suluruh warga sekolah.
Pasalnya, dalam proyek tersebut nampak para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri dan tidak memasang pembatas atau rambu - rambu disekitar lokasi pekerjaan.
Berdasarkan pantauan dilokasi pada Jumat (27/9/2024)
Baca Lainnya :
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
Nampak sisa sisa pembongkaran seperti besi - besi cor, plat gelombang yang terbuat dari bahan galvanis yang digunakan untuk membungkus material cor pada lantai atau dak beton dibiarkan tergeletak dilokasi yang berdekatan dengan lorong yang menjadi satu satunya akses keluar masuk siswa dan seluruh warga sekolah.
Bukan cuma itu, proses pembongkaran ruang kelas pada lantai dua disinyalir kurang mempertimbangkan aspek keselamatan siswa dan warga sekolah, pasalnya berdasarkan pantauan dilokasi tidak ada satupun jaring pengaman yang dipasang untuk menghindari sisa material yang dikhawatirkan dapat menimpa siswa.
Hal tersebut dibenarkan Muhamad, Salahsatu warga yang mengaku sedikit khawatir proyek pembangunan rehabilitasi ruang kelas malah akan berdampak buruk bagi putrinya yang tengah menimba ilmu di SMPN 1 Curug.
"Bicara khawatir mah watir banget, namanya anak anak tau - tau ada bata dari atas jatoh siapa yang mau tanggung jawab," kata Muhammad.
Disamping mengabaikan faktor keselamatan, ia menduga pengerjaan proyek tersebut tidak memenuhi spesifikasi bahan bahan bangunan yang sudah direncanakan dan ditetapkan
"Saya juga pernah mengerjakan proyek Pemda, tapi ya gitu gitu amat, bisa kita lihat dari penggunaan merek semen aja saya menduga sudah diakali, belum lagi ukuran dan ketebalan besi yang mereka pakai, wah ini mah udah ampun - ampun," ungkap Muhammad. ** (Red)














