- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai-Nilai Pancasila.
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga NKRI.
- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Depok Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Supian Suri
- Pemprov DKI Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pramono Ajak ASN Jaga Keberagaman
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
Potensi Konflik Lahan kembali Mencuat di Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir

MEGAPOLITANPOS.COM Palembang - Tepat pukul 2 siang WIB Gerakan Rakyat Bakung (Gerbak) tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Selasa,(10/09/24)
Konvoi kendaraan R2 dan R4 yang berjumlah puluhan membawa massa rakyat beberapa desa dari Kabupaten Ogan Ilir, Inderalaya Utara, Sumatera Selatan.
Jarak jauh yang ditempuh tidak menyurutkan massa rakyat untuk menyuarakan aspirasi tentang persoalan desa. Desa Bakung, Desa Pulau Kabal, Desa Kayu Ara Batu Kab. Muaraenim, Desa Putak.
Baca Lainnya :
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera

Persoalan lahan desa yang seharusnya diperuntukkan untuk kepentingan rakyat desa ditenggarai telah diperjual belikan oleh oknum oknum mantan kades di desa tersebut. Hal ini terurai dari keterangan orasi yang disampaikan warga.
Pun demikian dalam orasi warga, mereka mendesak Kejati Sumsel untuk mendorong Kejari Ogan Ilir agar segera menuntaskan dan menangkap oknum oknum yang terlibat dalam jual beli lahan desa.
Menurut warga peserta unjuk rasa, desakan warga ini terjadi karena banyaknya intimidasi fisik dan intimidasi hukum oleh oknum oknum tukang pukul yang menakuti warga di desa desa itu. Ketakutan warga akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Ditengah orasi, pihak Kejati Sumsel hadir di tengah warga. Mereka menyambut kedatangan pengunjukrasa. Bahkan, pihak Kejati menerima pengaduan warga dan segera untuk melengkapi kekurangan berkas yang ada.
Penelusuran media ini, diketahui bahwa Kejari kabupaten Ogan Ilir sedang mengusut persoalan oknum oknum jual beli lahan di wilayah tersebut. Menurut perangkat aksi demo, wilayah itu masih dalam plat merah peta hutan peruntukan di kementerian.
Hampir setengah jam lebih warga berdialog dengan pihak Kejati di tengah pengunjuk rasa dan secara tertib membubarkan diri. Tak lupa perangkat aksi warga akan terus melakukan kegiatan people power, baik ke kepolisian daerah Sumsel atau ke Jakarta. ** (AR)
















