Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Potensi kedatangan WNA meningkat pengawasan harus intensif

MEGAPOLITANPOS.COM, Puruk Cahu- Persiapan ibu kota nusantara (IKN) tentu akan menyebabkan efek domino yang besar bagi daerah daerah penyangga, salah satunya potensi kerawanan masuknya warga negara asing (WNA). Baik dari sisi wisatawan maupun berbagai kepentingan lainnya seperti peneliti yang akan masuk ke daerah penyangga IKN. Hal ini ungkapkan Wakil Bupati Murung Raya Rejikinoor S Sos saat memimpin rapat tim koordinasi pengawasan orang asing Non Goverment Organisation (NGO), tenaga kerja asing (TKA), dan lembaga asing, di aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Komplek Pemda beberapa waktu yang lalu. Kondisinya saat ini, diakuinya masih minimnya anggaran untuk menunjang tugas pengawasan tersebut masih belum maksimal. "Potensi kerawanan tersebut wajib kita antisipasi dengan peningkatan pengawasan, sehingga akan kita bahas kembali hasil rapat tersebut untuk mendapatkan porsi yang tepat agar terlaksananya pengawasan dan pendataan atas kedatangan WNA di daerah kita," kata Rejikinoor saat di wawancarai awak media, Kamis (31/3/2022). Sementara Kepala Badan Kesbangpol, Nizam Chandrapati mengungkapkan bahwa pihaknya, dalam pemantauan dan pengawasan WNA ini terus berkoordinasi dengan lintas sektoral baik tingkat I maupun pusat. "Untuk pengawasan, pendataan dan pemantauan WNA kita bekerjasama dengan pihak Imigrasi, memang kita akui anggaran yang tersedia masih belum sepenuhnya menunjang untuk tim dapat turun langsung ke lapangan," ungkapnya. Seperti diketahui bahwa sampai saat ini ada 16 orang WNA yang terdata, dan senada dengan yang disampaikan oleh Kasie Intelijen dan penindakan keimigrasian Provinsi Kalteng Muhclis Amri beberapa waktu lalu, pembentukan tim terpadu sangat diperlukan. "Kita berharap dengan dibentuknya tim terpadu ini, kita tidak lagi kecolongan atas potensi peningkatan kunjungan ataupun kedatangan WNA ke daerah kita," tandasnya. (Aseng)

.jpg)






.jpg)








