- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
- 14 Samsat Polda Metro Kunjungi Taman Kanak-kanak, Hadirkan Sosok Polisi yang Bersahabat
Polres Ngawi Polda Jatim Ungkap Kronologi Tewasnya Janda Cantik Korban Mutilasi

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Paska penemuan janda Uswatun warga Bence Garum Kabupaten Blitar petugas kepolisian Ngawi mulai mengendus fakta pembunuhan keji Uswatun Khasanah (29). Polisi telah memastikan korban tewas akibat dicekik hingga kehabisan napas sebelum tubuhnya dimutilasi dan dimasukkan ke dalam koper merah.
Hal ini terungkap dalam otopsi resmi yang dirilis Polres Ngawi pada Jumat (24/01/25) mengungkap penyebab kematian korban.
"Korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen. Jalan pernapasannya terhambat, kemungkinan besar karena cekikan di bagian leher," jelas Kapolres Ngawi, AKBP Sumaryadi Rakhmanto.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
Uswatun korban adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dan terakhir diketahui meninggalkan rumahnya di Kelurahan Bence Kecamatan Harim Blitar pada Jumat (17/01/25).
Ia dikabarkan bekerja di Tulungagung, namun sejak Senin (20/01/25), terputus komunikasinya hingga akhirnya ditemukan tewas mengenaskan dalam koper merah.
Identitas korban dipastikan oleh keluarga setelah mengenali beberapa ciri khas.
"Gelang, sandal, dan tindik di perutnya adalah petunjuk utama. Kami yakin itu anak kami," ujar Hendi Suprapto, ayah tiri korban, dengan suara bergetar saat ditemui di rumah sakit.
Hendi menambahkan, kabar ini sangat menghancurkan hati keluarga. "Kami berharap pelaku segera tertangkap dan dihukum setimpal," tuturnya.
Polisi meyakini bahwa pelaku memulai aksinya dengan mencekik korban hingga tewas sebelum melakukan mutilasi. Jenazah korban kemudian dimasukkan ke dalam koper dan dibuang di wilayah Desa Kendal, Ngawi. Kasus ini memicu ketakutan dan kecaman luas di masyarakat.
Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Joshua Peter Krisnawan, menyatakan pihaknya masih mendalami motif dan kronologi kejadian. "Jumlah saksi yang diperiksa terus bertambah. Kami fokus menggali informasi dari orang-orang yang relevan agar dapat segera mengungkap pelaku," jelasnya.
Jenazah Uswatun akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, dan dimakamkan di TPU Sidodadi. Kesedihan menyelimuti keluarga dan tetangga korban yang tidak menyangka bahwa perempuan muda yang mereka kenal dengan baik harus meninggal dengan cara tragis.
Meski penyebab kematian telah terungkap, polisi masih menyimpan rapat informasi mengenai dugaan pelaku dan motif pembunuhan. "Kasus ini prioritas utama kami. Semua upaya akan dilakukan untuk menangkap pelaku," tegas AKBP Sumaryadi.
Kasus mutilasi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungannya. Di tengah upaya pengungkapan kasus, publik menanti keadilan untuk Uswatun dan keluarganya. Polisi pun berjanji akan memberikan hasil penyelidikan secepatnya.
"Kami terus mendalami kasus ini dan segera mengungkap para pelaku yang diduga dilakukan lebih dari satu orang," pungkasnya. (za/mp)

.jpg)


.jpg)



.jpg)







