- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- PWHI Surati DPKAD Kab.Tangerang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel. Kutabumi
- Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
- Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien
Polda Metro jaya, Asap Tebal di GBK Bukan Gas Air Mata, itu flare

Megapolitanpos com, Jakarta- Kabid Humas Polda Metro Jaya,Kombes Pol Endra Zulpan menyatakan asap tebal di luar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) saat pertandingan Piala AFF antara Indonesia vs Vietnam bukanlah gas air mata. Zulpan menyatakan tidak ada penembakan gas air mata oleh polisi.
"Bukan, itu flare. Kami sudah cek di sana," itu flare yang biasanya digunakan suporter dipertandingan bola, kita himbau itu nggak boleh. itu kan mengganggu juga ya. kan kita himbau juga agar penonton jaga suportifitas kita jadi tuan rumah yang baik. apalagi itu kan di area jalan raya mengganggu arus lalu lintas," ujar Zulpan pada wartawan, Jum'at (06/01).
Sebelumnya beredar Khabar video kerumunan suporter Indonesia di GBK dikejutkan dengan kepulan asap tebal. Perekam video itu menyebut asap tersebut sebagai gas air mata. Setelah diselidiki kepulan asap tersebut berawal dari flare atau suar.
Baca Lainnya :
- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
Menurut Zulpan, kepulan asap itu tidak sampai menimbulkan kepanikan. Situasi di Stadion Utama GBK telah kembali kondusif.
" Tidak ada penembakan gas air mata oleh polisi ya, kita lagi mengutakan tindakan persuasif," terangnya
Hari ini, tim nasional sepakbola Indonesia akan berhadapan dengan timnas sepakbola Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2022 di SU GBK. Pertandingan yang semula dijadwalkan pukul 19.30 dimajukan menjadi pukul 16.30 demi alasan keamanan.
Polda Metro Jaya menurunkan 3.642 personel gabungan dari unsur TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga pertandingan di GBK tersebut. Sesuai standar FIFA, pengamanan di dalam stadion juga akan ditambah dengan 500 steward. Polisi juga akan menurunkan 200 petugas berpakaian preman di dalam dan di luar stadion.(ASl/Red/Mp).



.jpg)













