- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Sertipikat Tanah
- Pemerintah Umumkan Kebijakan WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tetap Buka Layani Masyarakat
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Mendag Pastikan Pasokan Sembako Aman Jelang Lebaran
- Satgas BPKAD Akan Sidak Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel.Kutabumi Yang Diduga Dikomersilkan
Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan Kiai Maman Imanulhaq Gelar Acara Ketupat Lebaran

Keterangan Gambar : Pondok Pesantren Al Mizan di Jatiwangi, Majalengka mengelar tradisi "Lebaran Ketupat "
MEGAPOLITANPOS.COMJawa.Barat, Majalengka,- Pondok Pesantren Al Mizan di Jatiwangi, Majalengka mengelar tradisi "Lebaran Ketupat " yang dihadiri ratusan jemaah dari berbagai pelosok daerah, di wilayah, Jawa Barat, Sabtu (29/04/2023).
Berdasarkan hasil pantauan langsung tampak terlihat ratusan jamaah itu sudah mulai berdatangan ke Ponpes Al Mizan sejak pagi seperti dari Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, Sumedang dan Bandung.
“Oleh sebab itu kita sengaja membuat tradisi setelah semua jamaah melaksanakan puasa sebulan penuh, dan kita rayakan di lebaran ketupat ini,” kata Pimpinan Ponpes Al Mizan Kiai Maman Imanulhaq ditemui wartawan pada acara Lebaran Ketupat, Sabtu 29 April 2023.
Baca Lainnya :
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
- Bazar Peduli Ramadhan di Majalengka Diserbu Warga, Sembako hingga Pakaian Murah Laris Manis
- Kejari Majalengka Bongkar Dugaan Korupsi Hibah KONI 2024 - 2025
Kiai Maman menyebutkan, kegiatan ini memang setiap tahunnya dilaksanakan dan sudah menjadi tradisi, terutama di pulau Jawa.
"Dalam tradisi ini kita bagi-bagi rezeki, karena kita ini daerah yang sangat melimpah hasil pertaniannya, makanya kita bagi-bagi rezeki pada semua jamaah ini," ucapnya.
"Kenapa kita bagi-bagi rezeki ini, karena di kita banyak hajatan, banyak syukuran, itu tanda bahwa tanah kita memang subur lahan pertaniannya. Terutama rezeki makanan ini dari jamaah untuk jamaah," ujarnya menambahkan.
" Hanya tahun kemarin saja, kita tidak melaksanakan tradisi lebaran ketupat ini karena terkendala dengan Covid-19,” pungkasnya. ** (Agit)

















