Breaking News
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
- Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Balaraja, Pemkab Tangerang dan Kejaksaan Agung Sinergikan Layanan Kesehatan Inklusif.
Petani Sawit Pulang Pisau Minta Presiden Cabut Larangan Ekspor CPO

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) - Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Pulang Pisau melakukan aksi keprihatinan menyikapi dampak larangan ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO) yang berdampak langsung pada harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di seluruh Indonesia. Bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) petani di Kabupaten Pulang Pisau bersama 22 Provinsi se-Indonesia melakukan Aksi Keprihatinan serentak mulai pukul 09.00-12.00 WIB pada hari Selasa, 17 Mei 2022. Ketua Apkasindo Kabupaten Pulang Pisau, Dr Diharyo, ST., MT mengatakan, Aksi Keprihatinan Petani Sawit Indonesia ini berpusat di Jakarta. Pada hari yang sama juga terang Diharyo, perwakilan Apkasindo dan petani Kelapa Sawit se Indonesia akan bertemu Presiden Jokowi untuk menyuarakan keinginan petani kelapa sawit dan kesejahteraan petani. Diharyo menjelaskan situasi harga TBS ditingkat petani menjadi anjlok akibat dari dampak pelarangan ekspor CPO. Kebijakan pemerintah tersebut terangnya tidak lepas sejak adanya gangguan pasokan Minyak Goreng Sawit (MGS) domestic dan harga MGS curah yang tergolong mahal, padahal sudah disubsidi. Karena harga minyak goreng yang mahal ini, Presiden Jokowi mengambil kebijakan larangan eksport CPO dan bahan baku MGS. "Sayangnya kebijakan Presiden ini tidak dengan segera dilanjutkan dan diantisipasi, sehingga berdampak tragis kepada petani sawit," tambah Diharyo. Larangan ekspor CPO katanya telah berdampak pada penjualan tandan buah segar atau TBS di Kabupaten Pulang Pisau. Dampak larangan ekspor CPO tidak hanya pada harga TBS yang anjlok, bahkan petani mulai khawatir jika perusahaan tidak mau lagi membeli TBS masyarakat karena mengalami penumpukan stok. Dalam aksi keprihatinan tersebut DPD APKASINDO Pulang Pisau akan menyampaikan tuntutan, diantaranya agar Presiden Jokowi segera mencabut larangan ekspor CPO, dan harga TBS di Pulang Pisau untuk disesuaikan dengan harga yang telah ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah. (Jam/Red/PI)
















