Breaking News
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
Petani Sawit Pulang Pisau Minta Presiden Cabut Larangan Ekspor CPO

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) - Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Pulang Pisau melakukan aksi keprihatinan menyikapi dampak larangan ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO) yang berdampak langsung pada harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di seluruh Indonesia. Bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) petani di Kabupaten Pulang Pisau bersama 22 Provinsi se-Indonesia melakukan Aksi Keprihatinan serentak mulai pukul 09.00-12.00 WIB pada hari Selasa, 17 Mei 2022. Ketua Apkasindo Kabupaten Pulang Pisau, Dr Diharyo, ST., MT mengatakan, Aksi Keprihatinan Petani Sawit Indonesia ini berpusat di Jakarta. Pada hari yang sama juga terang Diharyo, perwakilan Apkasindo dan petani Kelapa Sawit se Indonesia akan bertemu Presiden Jokowi untuk menyuarakan keinginan petani kelapa sawit dan kesejahteraan petani. Diharyo menjelaskan situasi harga TBS ditingkat petani menjadi anjlok akibat dari dampak pelarangan ekspor CPO. Kebijakan pemerintah tersebut terangnya tidak lepas sejak adanya gangguan pasokan Minyak Goreng Sawit (MGS) domestic dan harga MGS curah yang tergolong mahal, padahal sudah disubsidi. Karena harga minyak goreng yang mahal ini, Presiden Jokowi mengambil kebijakan larangan eksport CPO dan bahan baku MGS. "Sayangnya kebijakan Presiden ini tidak dengan segera dilanjutkan dan diantisipasi, sehingga berdampak tragis kepada petani sawit," tambah Diharyo. Larangan ekspor CPO katanya telah berdampak pada penjualan tandan buah segar atau TBS di Kabupaten Pulang Pisau. Dampak larangan ekspor CPO tidak hanya pada harga TBS yang anjlok, bahkan petani mulai khawatir jika perusahaan tidak mau lagi membeli TBS masyarakat karena mengalami penumpukan stok. Dalam aksi keprihatinan tersebut DPD APKASINDO Pulang Pisau akan menyampaikan tuntutan, diantaranya agar Presiden Jokowi segera mencabut larangan ekspor CPO, dan harga TBS di Pulang Pisau untuk disesuaikan dengan harga yang telah ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah. (Jam/Red/PI)

















