- Debu Vulkanik Mengintai, Bupati Eman Langsung Siagakan Majalengka
- Ditlantas Polda Metro Jaya Bagikan 20.000 Lembar Masker ke Ojol, Waspada Sebaran Abu Vulkanik
- Diduga Kawatir Didemo Pengurus KONI, Wali Kota Blitar Menyelinap Kabur
- Kado 19 Penghargaan, Pada Harlah ke 104 PSHT Cabang Kota Blitar
- Indonesia Bawa Strategi Penguatan UMKM ke Forum APEC di Guangzhou
- Tekan Dampak Sebaran Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca
- Demi Keselamatan Siswa, DKI Jakarta Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Mulai Besok
- PDI-P Soroti Pentingnya PAD sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan
- PDI-P Dorong Pariwisata Lokal Diperkuat dengan Infrastruktur dan SDM
- PDI Perjuangan Minta Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Diperkuat
Debu Vulkanik Mengintai, Bupati Eman Langsung Siagakan Majalengka

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H. Eman Suherman bergerak cepat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Potensi sebaran debu atau abu vulkanik membuat Bupati Majalengka H. Eman Suherman bergerak cepat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/660/BPBD/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Majalengka terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Surat edaran itu ditandatangani Bupati Eman Suherman pada 7 September 2026. Isinya menegaskan bahwa potensi dampak debu vulkanik harus diantisipasi sejak dini, terutama terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pelayanan publik.
Baca Lainnya :
- Debu Vulkanik Mengintai, Bupati Eman Langsung Siagakan Majalengka
- Bupati Eman Pastikan Jalan Payung-Sadarehe Capai 80 Persen
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan PPPK Paruh Waktu Tak Dirumahkan
- Polres Majalengka Gaspol Edukasi AI, 102 Siswa SMKN 1 Maja Dibekali Literasi Digital
- KKN Unma Berakhir, Desa Mekarjaya Didorong Lanjutkan Program Pemberdayaan
Eman meminta masyarakat tidak panik, namun tidak boleh lengah. Seluruh informasi mengenai perkembangan kondisi diminta mengacu pada sumber resmi pemerintah dan instansi berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Yang paling penting adalah mengikuti informasi resmi pemerintah dan mengambil langkah perlindungan apabila kondisi sebaran abu vulkanik meningkat," ujar Eman, Senin (7/9/2026).
Bupati Eman juga memerintahkan kesiapsiagaan dilakukan secara berlapis. Perangkat daerah, kecamatan, desa dan kelurahan, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan hingga masyarakat diminta mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi di lapangan.
Sektor kesehatan menjadi perhatian utama. Dinas Kesehatan diminta memastikan Puskesmas, rumah sakit dan pos kesehatan dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan dampak abu vulkanik.
Kesiapan itu mencakup tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, obat-obatan, masker atau respirator hingga alat pelindung diri. Pemantauan terhadap gangguan pernapasan, asma atau PPOK, iritasi mata, gangguan kulit dan dampak kesehatan lainnya juga harus diperkuat.
"Kita siapkan seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Kelompok rentan harus menjadi perhatian, termasuk bayi dan anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan dan masyarakat yang memiliki penyakit kronis," tegas Eman.
Tak hanya fasilitas kesehatan, Bupati Eman turut mengantisipasi dampak debu vulkanik terhadap dunia pendidikan. Dinas Pendidikan diminta meningkatkan perlindungan terhadap peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.
Apabila intensitas sebaran abu vulkanik di suatu wilayah meningkat, kegiatan sekolah maupun aktivitas luar ruangan dapat disesuaikan atau dihentikan sementara. Pembelajaran daring dari rumah juga dapat dipertimbangkan sesuai kondisi dan arahan instansi berwenang.
Eman juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika sebaran debu vulkanik meningkat. Warga yang harus keluar rumah dianjurkan menggunakan masker, terutama KN95 atau masker lain yang mampu menutup hidung dan mulut dengan baik.
Perlindungan mata juga menjadi perhatian. Masyarakat dianjurkan menggunakan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Kalau harus keluar rumah, gunakan masker dan lindungi mata. Jangan membersihkan abu vulkanik dengan cara yang membuat abu kembali beterbangan. Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan," pesan Eman.
Masyarakat juga diminta melindungi sumber air dan makanan dari paparan abu vulkanik serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
"Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang, disiplin dan saling mengingatkan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi," katanya.
Melalui surat edaran tersebut, Bupati Eman menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor. Setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, keselamatan, pelayanan publik maupun aktivitas warga harus segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Bupati Majalengka melalui BPBD.
Langkah Eman ini menjadi bentuk kesiapsiagaan Pemkab Majalengka agar potensi dampak debu vulkanik dapat diantisipasi sejak awal, dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas. ** (Agit)















