- Tanggapan Maxim Indonesia Mengenai Program Turbo, Komisi Aplikasi, dan Biaya Layanan
- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
Penumpukan Sampah di TPA Rawa Kucing, Pemkot Tangerang Uji Coba Teknologi Pengolahan Sampah Modern dari Korea Selatan

Keterangan Gambar : DLH Kota Tangerang baru saja melakukan uji coba teknologi pengolahan sampah menggunakan teknologi insinerator.
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang baru saja melakukan uji coba teknologi pengolahan sampah menggunakan teknologi insinerator. Bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, uji coba teknologi insinerator dinilai mengurangi volume sampah di lingkungan pemukiman secara signifikan.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menjelaskan, uji coba teknologi pengolahan sampah menggunakan insinerator yang dilakukan di Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce, dan Recycle (TPS3R) Mutiara Bangsa, Cipondoh, telah memenuhi standar mutu lingkungan hidup.
"Pemkot Tangerang akan terus menjajaki dan mengkaji upaya-upaya untuk mengurangi sampah khususnya sampah rumah tangga dari sumbernya. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan tentunya,” ujar Sachrudin, Kamis (3/7/25).
Baca Lainnya :
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi menambahkan, Pemkot Tangerang memastikan uji coba teknologi insinerator telah dilengkapi proses pengkajian ilmiah mendalam, serta lulus uji emisi dengan tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Hal ini menjadikan Pemkot Tangerang mengikuti jejak beberapa negara maju dalam mengelola sampah secara modern seperti di Singapura, Jepang, Jerman, Belanda, dan sebagainya.
“Kami terus berupaya menyelesaikan permasalahan sampah dari tingkat hulu langsung, salah satu inovasi yang dilakukan dengan mencoba teknologi insinerator yang dipastikan ramah lingkungan. Sebelumnya, kami telah melakukan uji emisi bersama Sucofindo yang memiliki reputasi tinggi dan hasilnya dipastikan aman bagi lingkungan sekitar,” tambah Wawan.
Berikut ini adalah keuntungan menggunakan teknologi insinerator dalam pengolahan sampah, di antaranya:
1. Pengurangan Volume Sampah Secara Drastis
Teknik insinerator dinilai dapat mengurangi volume sampah hingga sekitar 90 persen dengan total residu sampah yang sangat kecil, sekitar 0,1 persen dari hasil uji coba yang sudah dilaksanakan. Hal ini menjadi langkah solutif menuntaskan permasalahan sampah di tingkat wilayah sekaligus mengurangi beban volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
2. Penghancuran Bahan Berbahaya
Teknik insinerator memiliki daya suhu tinggi yang dapat menghancurkan bakteri, virus, maupun pathogen lainnya yang terkandung dalam sampah. Hal ini dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit maupun dampak berbahaya dari sampah yang tersebar di lingkungan sekitar.
3. Pengurangan Emisi Metana dari TPA Rawa Kucing
Teknik insinerator yang beroperasi dengan teknik pembakaran dapat mengurangi jumlah sampah yang membusuk di TPA Rawa Kucing, sehingga mengurangi emisi metana yang dihasilkan tumpukan sampah di TPA Rawa Kucing.
4. Pengurangan Ketergantungan pada TPA Rawa Kucing
Teknik insinerator menjadi terobosan baru dalam pengelolaan sampah dari proses hulu. Hal ini mengurangi ketergantungan pada TPA Rawa Kucing yang sudah dalam kondisi kapasitas penampungan sampahnya hampir mencapai ambang batas maksimal.
5. Kontrol Emisi Lebih Baik
Teknik insinerator dilengkapi teknologi modern dengan sistem kontrol emisi yang canggih, seperti filter tas, scrubber, dan injeksi karbon aktif yang bisa menghilangkan polutan berbahaya dari emisi gas buang yang dilepaskan dari pembakaran sampah. Hal ini menjadikan teknik insinerator menjadi salah satu pengolahan sampah dengan standar mutu lingkungan hidup yang terjamin.
6. Pemanfaatan Sumber Energi
Selain itu, teknis insinerator juga bisa dimanfaatkan untuk sumber energi alternatif. Berbasis wast to energy, teknik insinerator menghasilkan uap berpotensi dimanfaatkan untuk menggerakan turbin untuk memproduksi listrik bagi masyarakat. ** (Jhn)








.jpg)







