Breaking News
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Pencari Kayu Galam Diterkam Buaya Begini Kondisi Tubuh Korban

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) -Serangan buaya pemangsa di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau kembali terjadi. Seorang pencari kayu galam, yang diketahui bernama Ahmadi (43) warga Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, tewas. Korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Sebagian tubuh korban hilang. Bagian tersisa hanya bagian kepala dan dada saja. Camat Sebangau Kuala H. Sugianto, kepada awak media mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat korban mencari kayu galam di sekitaran Muara Pangkoh, Kecamatan Sebangau Kuala bersama anak dan saudaranya pada, Senin, 28 Februari 2022. Korban diduga diserang buaya saat seorang diri dan sedang mengikat kayu galam, padahal sebelumnya warga dan keluarga sudah mengingatkan korban agar segera naik karena air sudah mulai dalam. Biasanya terang Camat, buaya akan masuk bersamaan dengan air pasang dari DAS Sebangau ke parit-parit kecil. Tidak ada yang melihat saat korban diserang buaya, dan hanya melihat korban sudah tidak ada lagi di lokasi. Keluarga korban dan warga kemudian melakukan pencarian bersama warga setempat, namun sampai sore dan hampir gelap korban tidak ditemukan. Pencarian kembali dilakukan pada Selasa 1 Maret 2022 dan sekitar pukul 10.00 WIB korban akhirnya bisa ditemukan, dengan kondisi sudah kehilangan kaki dan tangan, hanya tersisa bagian dada dan kepala saja. Warga juga dihimbau Camat, agar waspada dan memastikan kondisi lokasi tersebut aman dari buaya, meski berkerja di sungai kecil-kecil.(Jam/Red/MP)

.jpg)















