Breaking News
- Anggota DPRD Barito Utara Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-63 untuk Ketua DPRD Hj Mery Rukaini
- Kodim 1013 Muara Teweh Ucapkan Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus 2026
- DPRD Hadiri Rakor Tata Kelola Pemkab Barito Utara di Gedung KPK RI
- BRI Life Hadirkan CSR Berkelanjutan: Dari Kesehatan Mata hingga Penguatan Ekonomi Desa
- KPK Dampingi Perbaikan Tata Kelola, Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Pembenahan
- Di Forum KPK, Bupati Shalahuddin Beberkan Evaluasi Tata Kelola Pemkab Barito Utara
- Polisi dan Masyarakat Barito Utara Bersinergi Jaga Kerukunan Antarumat Beragama
- Kolaborasi Lintas Kementerian Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas Lewat Akad Massal KUR di Bali
- BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Nasional, Ubed Tunjukkan Kelas di Thailand Open 2026
- LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Lewat Coaching Clinic
Pencari Kayu Galam Diterkam Buaya Begini Kondisi Tubuh Korban

MEGAPOLITANPOS. COM (Pulang Pisau) -Serangan buaya pemangsa di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau kembali terjadi. Seorang pencari kayu galam, yang diketahui bernama Ahmadi (43) warga Desa Kanamit, Kecamatan Maliku, tewas. Korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Sebagian tubuh korban hilang. Bagian tersisa hanya bagian kepala dan dada saja. Camat Sebangau Kuala H. Sugianto, kepada awak media mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat korban mencari kayu galam di sekitaran Muara Pangkoh, Kecamatan Sebangau Kuala bersama anak dan saudaranya pada, Senin, 28 Februari 2022. Korban diduga diserang buaya saat seorang diri dan sedang mengikat kayu galam, padahal sebelumnya warga dan keluarga sudah mengingatkan korban agar segera naik karena air sudah mulai dalam. Biasanya terang Camat, buaya akan masuk bersamaan dengan air pasang dari DAS Sebangau ke parit-parit kecil. Tidak ada yang melihat saat korban diserang buaya, dan hanya melihat korban sudah tidak ada lagi di lokasi. Keluarga korban dan warga kemudian melakukan pencarian bersama warga setempat, namun sampai sore dan hampir gelap korban tidak ditemukan. Pencarian kembali dilakukan pada Selasa 1 Maret 2022 dan sekitar pukul 10.00 WIB korban akhirnya bisa ditemukan, dengan kondisi sudah kehilangan kaki dan tangan, hanya tersisa bagian dada dan kepala saja. Warga juga dihimbau Camat, agar waspada dan memastikan kondisi lokasi tersebut aman dari buaya, meski berkerja di sungai kecil-kecil.(Jam/Red/MP)

.jpg)






.jpg)



.jpg)




