Breaking News
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
Pemuda Muhammadiyah Banten Pertanyakan WTP Pemprov Banten

MEGAPOLITANPOSCOM, Serang Banten - Pemuda Muhammadiyah Banten mempertanyakan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) kepada Pemprov Banten, dengan adanya fakta didalamnya banyak yang tertangkap korupsi, bahkan yang sudah terjerat ada 3 orang. Hal tersebut terungkap di agenda Rapimwil I Pemuda Muhammadiyah Banten yang mengagendakan dua pembahasan, pertama Internal evaluasi organisasi dan yang Kedua eksternal untuk mendesak Pemprov Banten menangani kasus-kasus Korupsi. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Banten Mufrod Thama, Minggu (05/12/2021) mengatakan, untuk internalnya yaitu yang belum musda ada dua yaitu Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. "Akan adanya agenda reshuffle pengurus untuk meningkatkan kinerja organisasi", katanya. Lalu agenda yang kedua eksternal mendesak Pemerintah Provinsi Banten segera menangani kasus korupsi, termasuk korupsi masker, dana hibah dan lain lainnya. "Untuk mempertanyakan hal tersebut Pemuda Muhammadiyah nanti akan mengadakan diskusi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) kaitan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tapi didalamnya banyak yang tertangkap korupsi. Bahkan yang sudah terjerat ada 3 orang," tegasnya.(Wahyudin).

















