- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
- Sosialisasi Regulasi tentang Organisasi dan Tata Kerja, Sekjen ATR/BPN Tekankan Empat Pesan Strategis
- DPRD Barito Utara Hadir di Batu Raya I, Serap Aspirasi Warga Lewat Safari Ramadhan
- Wisata Belanja Ramadhan 2026, 819 Anak di Barito Utara Dapat Bantuan Belanja Lebaran
- Pemkab Barito Utara Gelar Pasar Murah dan Bagikan Sembako Gratis, Upaya Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri
Pemkot Depok Adakan Studi Banding Peningkatan Kinerja Ke Kota Bekasi, Ini Harapannya

Keterangan Gambar : Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bekasi
MEGAPOLITANPOS.COM Bekasi,- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bekasi, hal ini bertujuan untuk peningkatan kinerja pengadaan barang dan jasa dengan penguatan kelembagaan serta pengembangan metode Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) E-Katalog Lokal dan Toko Daring.
Sekertaris Daerah (Setda) Kota Depok, Akmal didampingi Kasubag Pembinaan dan Advokasi beserta rombongan secara langsung melihat proses pengadaan barang dan jasa sistem E-Katalog Lokal dan Toko Daring.
"Tujuan kami datang ke Kota Bekasi selain sama-sama bagian dari Provinsi Jawa Barat. Kami melihat bahwa Kota Bekasi telah menerapka sistem dari proses pengadaan barang jasa yang dapat dilihat dari proses pengadaan sesuai role model atau keterbukaan informasi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan," katanya saat di Diskop UKM, lt. 9 Gedung 10 lantai Kantor Wali Kota Bekasi. Rabu, (01/03/2023)
Baca Lainnya :
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
Masih katanya, dengan melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ini sekaligus dapat bersilatuhrahmi dan menambah wawasan tentang pengadaan barang atau jasa.
"Diakui bahwa Kota Depok sudah mendapatkan tambahan pegawai baru hasil dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun masih perlu bantuan terkait informasi sistem E-Katalog Lokal, Toko Daring dan hal lainnya," ungkapnya.
Akmal berharap, semoga kunjungan kali ini bisa menjadi referensi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya di Kota Depok.
Ditempat itu juga, Kabag PBJ Setda, Bilang Nauli Harahap dan jajarannya menyampaikan apresiasi dengan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Pemkot Depok kepada Kota Bekasi dengan telah berkunjung guna melaksanakan studi banding.
"Berkaitan dengan tujuan, Alhamdulillah saat ini tingkat kematangan organisasi UKPBJ Kota Bekasi sudah mencapai pada level 3 (tiga) proaktif dan mendapatkan peringkat ke-5 (Lima) MCP KPK se -Jawa Barat " jelasnya.
Hasil tersebut didapat berkat mengikuti arahan dari LKPP yang membuat tingkatan pembeda seperti adanya level sehingga setiap Kota/Kabupaten saling bersaing menjadi daerah lebih baik.
Bergantian pada acara yang sama, Kasubag Pengelola LPSE, Edy Sukamto menambahkan bahwa berkaitan dengan katalog elektronik lokal Kota Bekasi dan Toko Daring, UKPBJ Kota telah mengadakan acara Desk RUP dengan OPD terkait.
"Pada desk RUP oleh Bagian PBJ diadakan selama 3 (tiga) hari karena di Kota Bekasi terdiri dari 3 Asisten Daerah, dan pada hari itu semua OPD akan dibagi tata cara pemilihan pengadaan misalnya swakelola. Seperti, Pengadaan langsung, pemilihan langsung dan mana yg dikecualikan. Nanti juga disampaikan oleh kami kriteria pengelola mana saja yang harus diperhatikan oleh OPD " tuturnya.
Lebih jauh Ia menjelaskan bahwa Kota Bekasi memiliki satu aplikasi yaitu Aplikasi PBJ berdata yang terbagi 2 (dua) tahapan yaitu mendaftarkan ke LPSE dan Aplikasi PBJ berdata.
"Aplikasi tersebut adalah aplikasi yang terintegrasi digunakan untuk melakukan rekapitulasi dan monitoring pengadaan barang dan jasa milik UKPBJ Kota Bekasi. Diharapkan dengan adanya ini tidak ada lagi yang input secara manual dan harus melalui PDF sehingga proses pun lebih aman dan terdata," jelas, Edy Sukamto.
Dari pantauan, diakhir acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, foto bersama, dan pemberian plakat dari Pemerintah Kota Bekasi kepada Pemerintah Kota Depok.** (Ronald)

















