Breaking News
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
Pemanfaatan Medsos Sebagai Sarana Pemasaran UMKM Pada Masa Pandemi

Jakarta(MegapolitanPos.com): Platform digital, dewasa ini menjadi andalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya. Hal itu pun turut diikuti dengan meluasnya pasar konsumen yang kini lebih gemar mencari berbagai produk menggunakan beragam lapak jual-beli online. Dunia e-commerce tersebut pun kian menjamur seiring dengan aturan yang memaksa masyarakat harus membatasi mobilitasnya akibat pandemi Covid-19 yang mewabah sejak lebih dari dua tahun silam. Anggota Komisi 1 DPR RI, H. Bambang Kristiono, S.E mengatakan bahwa perkembangan e-commerce ini, merupakan bentuk kegigihan dan perjuangan para pelaku UMKM dalam bertahan di masa paceklik yang serba sulit. Sebab seperti ysng diketahui, pelaku UMKM merupakan golongan masyarakat yang paling terdampak selama pandemi. "Oleh karena itu, para pelaku UMKM membutuhkan cara baru agar tidak memerlukan proses tatap muka secara langsung dengan pelanggan. Sehingga UMKM harus menggunakan teknik pemasaran digital melalui e-commerce atau media sosial.Pada awalnya berjualan di e-commerce tentu saja membuat khawatir para pelaku UMKM karena ketidakpastian pembeli. Namun, ternyata e-commerce memiliki peluang lebih besar untuk maju karena bisa menjangkau customer dari kalangan manapun," kata Bambang, dalam sebuah acara webinar dengan tema bertajuk "Ngobrol Bareng Legislator : Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan UMKM Pada Masa Pandemi", pada Selasa (12/4/2022). Menurutnya, melalui e-commerce ini para pelaku usaha dapat meraih berbagai macam keuntungan. Salah satunya, yakni mampu menekanharga promosi di media-media konvensional. Para pelaku UMKM bisa mengembangkan kreativitas dan menarik pembeli di manapun dan kapanpun. "Tidak ada batasan keterjangkauan customer jika UMKM menggunakan ruang digital untuk mempromosikan produknya," tuturnya. Senada dengannya, Dosen Ilmu Komunikasi, Reja Dalimunthe mengatakan, pemilihan ruang digital sebagai strategi jual-beli merupakan usaha yang tepat dilakukan oleh pelaku UMKM di era globalisasi ini. "Dalam menyikapi internet sebagai bagian dari tumpuan perekonomian kita secara individu, kita hendaknya tidak melawan perubahan, tetapi berdamai dengan perubahan. Tidak ada rahasia khusus bagaimana caranya setiap usaha mesti menghadapi perubahan. Intinya jangan menentang, namun berdamailah dengan perubahan. Hadirnya aplikasi membuat teknologi seakan menyerang yang tak punya aksi," kata Reja. Dengan demikian, beraksi dengan menghadikan segala inovasi menjadi kunci dalam melewati tantangan zaman ini. "Kita tidak akan pernah kalah aksi, jika kita mau berkreasi, berinovasi dengan teknologi, informasi dan komunikasi. Sosial media adalah bagian terdekat dan terbesar yang dapat kita manfaatkan bersama," Pungkasnya.(ASl/Red/MP).

















