Breaking News
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
- Patroli Malam, Koramil /Tangerang Sisir Sejumlah Ruas Jalan Cegah Gangguan Kamtibmas.
- Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
Pemanfaatan Medsos Sebagai Sarana Pemasaran UMKM Pada Masa Pandemi

Jakarta(MegapolitanPos.com): Platform digital, dewasa ini menjadi andalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya. Hal itu pun turut diikuti dengan meluasnya pasar konsumen yang kini lebih gemar mencari berbagai produk menggunakan beragam lapak jual-beli online. Dunia e-commerce tersebut pun kian menjamur seiring dengan aturan yang memaksa masyarakat harus membatasi mobilitasnya akibat pandemi Covid-19 yang mewabah sejak lebih dari dua tahun silam. Anggota Komisi 1 DPR RI, H. Bambang Kristiono, S.E mengatakan bahwa perkembangan e-commerce ini, merupakan bentuk kegigihan dan perjuangan para pelaku UMKM dalam bertahan di masa paceklik yang serba sulit. Sebab seperti ysng diketahui, pelaku UMKM merupakan golongan masyarakat yang paling terdampak selama pandemi. "Oleh karena itu, para pelaku UMKM membutuhkan cara baru agar tidak memerlukan proses tatap muka secara langsung dengan pelanggan. Sehingga UMKM harus menggunakan teknik pemasaran digital melalui e-commerce atau media sosial.Pada awalnya berjualan di e-commerce tentu saja membuat khawatir para pelaku UMKM karena ketidakpastian pembeli. Namun, ternyata e-commerce memiliki peluang lebih besar untuk maju karena bisa menjangkau customer dari kalangan manapun," kata Bambang, dalam sebuah acara webinar dengan tema bertajuk "Ngobrol Bareng Legislator : Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan UMKM Pada Masa Pandemi", pada Selasa (12/4/2022). Menurutnya, melalui e-commerce ini para pelaku usaha dapat meraih berbagai macam keuntungan. Salah satunya, yakni mampu menekanharga promosi di media-media konvensional. Para pelaku UMKM bisa mengembangkan kreativitas dan menarik pembeli di manapun dan kapanpun. "Tidak ada batasan keterjangkauan customer jika UMKM menggunakan ruang digital untuk mempromosikan produknya," tuturnya. Senada dengannya, Dosen Ilmu Komunikasi, Reja Dalimunthe mengatakan, pemilihan ruang digital sebagai strategi jual-beli merupakan usaha yang tepat dilakukan oleh pelaku UMKM di era globalisasi ini. "Dalam menyikapi internet sebagai bagian dari tumpuan perekonomian kita secara individu, kita hendaknya tidak melawan perubahan, tetapi berdamai dengan perubahan. Tidak ada rahasia khusus bagaimana caranya setiap usaha mesti menghadapi perubahan. Intinya jangan menentang, namun berdamailah dengan perubahan. Hadirnya aplikasi membuat teknologi seakan menyerang yang tak punya aksi," kata Reja. Dengan demikian, beraksi dengan menghadikan segala inovasi menjadi kunci dalam melewati tantangan zaman ini. "Kita tidak akan pernah kalah aksi, jika kita mau berkreasi, berinovasi dengan teknologi, informasi dan komunikasi. Sosial media adalah bagian terdekat dan terbesar yang dapat kita manfaatkan bersama," Pungkasnya.(ASl/Red/MP).


.jpg)













