- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
Pelestari Lingkungan, 150 Ribu Bibit Gayam dan Gondang Sertu Tarsipan Tersebar di Indonesia

MEGAPOLITANPOS.COM Trenggalek - Lewat aksinya budidaya bibit pohon Gayam dan Gondang, Babinsa Koramil 0806/11 Panggul, Sertu Tarsipan dikenal sebagai pelestari lingkungan. Tak hanya di Jawa Timur, namun juga di Indonesia.
Aksi budidaya yang dilakukan itu dilatarbelakangi oleh kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan di Kecamatan Panggul, tempatnya berdinas yang sekaligus tempat tinggalnya.
“Awal mula saya menanam Gayam dan Gondang itu tahun 2020, di wilayah sini (Panggul) merupakan pegunungan dan hutan yang kondisi tanahnya sudah mulai tergerus habis. Hal ini mengakibatkan banyak bencana alam berupa tanah longsor dan banjir,” kata Tarsipan ditemui di lokasi budidaya Gayam dan Gondang miliknya yang berada di belakang Koramil 0806/11 Panggul, Rabu (9/4/2025).
Baca Lainnya :
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

“Bahkan kalau musim kemarau terjadi bencana kekeringan yang mengakibatkan warga susah mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.
Dipilihnya Gayam dan Gondang, jelas Tarsipan, karena keduanya merupakan pohon yang bisa mengandung sumber air. Alasan lainnya yakni keduanya bisa mengikat tanah yang sangat baik untuk penanggulangan bencana alam.
Khusus untuk Gondang, sebutnya, daunnya sering dimanfaatkan oleh warga di sana untuk memberi makan ternak kambing mereka.
Tak hanya digratiskan untuk pelestarian alam di wilayah Panggul, Trenggalek, ia mengaku telah banyak menerima pesanan pengiriman bibit Gayam dan Gondang dari berbagai daerah lain di Jawa Timur.
“Untuk di Jawa Timur, selama ini yang sudah kami layani seperti Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, Malang, Kediri, dan Jombang. Bahkan wilayah Jawa Timur hampir separuhnya sudah banyak yang menanam,” ujarnya.
Lebih dari itu, pengiriman juga pernah dilakukannya hingga ke provinsi lainnya, termasuk Sulawesi Barat.

“Luar provinsi itu pernah saya kirim ke Kebumen. Paling banyak tahun kemarin itu ke Salatiga sebanyak 1.500 bibit untuk reboisasi di lereng gunung Merbabu. Sedangkan paling jauh itu Sulawesi Barat, tepatnya di Morowali saya kirim 100 bibit,” urainya.
Jika ditotal sejak tahun 2020 saat mulai budidaya Gayam dan Gondang, prajurit TNI AD itu mengaku sudah sekitar 150 ribu bibit hasil budidayanya dikirimkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Melalui budidaya yang dilakukan, Tarsipan berharap sumber air ke depannya dapat terus lestari dan mampu mencegah terjadinya bencana alam. ** (Nan)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







