- Kapolri Nonaktifkan Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anggota, Ini Penyebabnya
- Patih Herman Dorong Edukasi Bahaya Narkoba Masuk Sekolah, Generasi Muda Jadi Perhatian
- Patih Herman Tegaskan Dukungan DPRD terhadap Anggaran Program Pemberantasan Narkoba
- Patih Herman Soroti Masifnya Peredaran Narkoba di Barito Utara, Apresiasi Kinerja Polres
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
- H Nurul Anwar, Relawan Antinarkoba Perlu Diperluas hingga Kecamatan dan Kelurahan
- H Nurul Anwar Dukung Percepatan Perda P4GN, Masuk Prioritas Pembahasan 2027
- H Nurul Anwar Dorong Pemkab Barito Utara Perkuat Fasilitas dan Akses Rehabilitasi Pengguna Narkoba
- Bela Kehormatan Santri, Pemuda Formula dan PBM Minta Polri Usut Dugaan Pelanggaran SOP
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
Patih Herman Dorong Edukasi Bahaya Narkoba Masuk Sekolah, Generasi Muda Jadi Perhatian

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika perlu diperluas hingga lingkungan sekolah sebagai langkah melindungi generasi muda di Kabupaten Barito Utara.
Hal tersebut menjadi perhatian anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman, saat menyampaikan pandangannya dalam rapat hearing bersama Kesbangpol, penggiat dan relawan antinarkoba di ruang rapat DPRD setempat, Senin (02/11/2026).
Baca Lainnya :
- Kapolri Nonaktifkan Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anggota, Ini Penyebabnya
- Patih Herman Dorong Edukasi Bahaya Narkoba Masuk Sekolah, Generasi Muda Jadi Perhatian
- Patih Herman Tegaskan Dukungan DPRD terhadap Anggaran Program Pemberantasan Narkoba
- Patih Herman Soroti Masifnya Peredaran Narkoba di Barito Utara, Apresiasi Kinerja Polres
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
Dia mengaku prihatin melihat kondisi peredaran narkoba yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Bahkan, menurutnya, pengetahuan tentang narkoba sudah dikenal hingga kalangan anak-anak.
"Sangat miris dengan kondisi kita saat ini. Peredaran narkoba begitu luar biasa, sampai anak kecil saja sudah tahu apa itu narkoba," ujarnya.
Karena itu, ia menilai pembentukan tim penggiat dan relawan antinarkoba harus dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi serta sosialisasi, terutama kepada kalangan pelajar.
Ia menyarankan agar materi sosialisasi dibuat secara menarik dan mudah dipahami, salah satunya melalui media visual seperti slide presentasi yang menjelaskan jenis bahaya narkoba serta dampaknya terhadap tubuh dan kesehatan manusia.
Menurutnya, pendekatan edukasi sejak dini penting agar para pelajar memahami risiko penyalahgunaan narkotika dan memiliki pengetahuan untuk menghindarinya.
"Bagaimana kita memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba itu seperti apa. Bisa dibuat slide-slide, dijelaskan bagaimana kondisi seseorang ketika sudah kecanduan narkoba, bagaimana dampaknya terhadap tubuh dan kesehatan," jelasnya.
Patih Herman menegaskan, pemberantasan narkoba bukan semata-mata menjadi tugas Polres maupun aparat penegak hukum. Seluruh unsur masyarakat, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan relawan, harus mengambil bagian.
Ia berharap para penggiat dan relawan antinarkoba dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
(A)











