Bela Kehormatan Santri, Pemuda Formula dan PBM Minta Polri Usut Dugaan Pelanggaran SOP

By Achmad Sholeh(Alek) 02 Nov 2026, 19:04:24 WIB Headline
Bela Kehormatan Santri, Pemuda Formula dan PBM Minta Polri Usut Dugaan Pelanggaran SOP

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Formula (Forum Ulama dan Aktivis Islam) mengecam dugaan tindakan penggerebekan Pondok Pesantren Putri oleh oknum aparat kepolisian yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Jakarta, Senin (2/11/2026), Pemuda Formula menyoroti dugaan penggerebekan yang disebut dilakukan tanpa surat tugas yang jelas, tanpa pemberitahuan kepada pengasuh pondok pesantren, serta tidak melibatkan Polisi Wanita (Polwan).

Ketua Umum DPP Pemuda Formula, Dr. Chairul Hakim, M.M., M.A.I.S., menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap mengedepankan aturan perundang-undangan, standar operasional prosedur (SOP) kepolisian, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Baca Lainnya :

Menurutnya, lingkungan pesantren, khususnya pondok pesantren putri, memiliki norma dan sensitivitas tersendiri yang harus dihormati oleh aparat penegak hukum.

Pemuda Formula juga mengkhawatirkan dampak psikologis terhadap para santriwati. Tindakan yang tidak mengedepankan pendekatan tepat di lingkungan pendidikan pesantren dinilai berpotensi menimbulkan ketakutan hingga trauma bagi para santri.

Atas persoalan tersebut, DPP Pemuda Formula meminta Kapolri memeriksa anggota yang diduga terlibat dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai prosedur penggerebekan tersebut.

Mereka juga mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran prosedur maupun kode etik.

Selain itu, Pemuda Formula meminta agar para santriwati yang terdampak mendapatkan perlindungan dan pemulihan psikologis apabila diperlukan.


Dukungan terhadap tuntutan klarifikasi tersebut juga disampaikan Aditya Damar Wijaya atau Gus Radit selaku Panglima Pasukan Berani Mati (PBM).

Ia menyatakan dukungan terhadap upaya memperjuangkan kebenaran serta membela institusi pesantren dan menjaga kehormatan para santri.

Bersama Dewan Kehormatan PBM, Mayjen Tatang, Gus Radit mendesak Polri segera memberikan klarifikasi terkait dugaan penggerebekan pondok pesantren tersebut.

Sementara itu, DPP Pemuda Formula mengimbau seluruh pondok pesantren di Indonesia agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mengutamakan jalur hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.

Organisasi itu menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan sekaligus mitra strategis dalam membangun moral bangsa sehingga perlu mendapatkan penghormatan dan perlindungan.

Sebagai bentuk keseriusan, DPP Pemuda Formula memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada pihak kepolisian untuk menyampaikan klarifikasi, permintaan maaf resmi, serta mengambil tindakan terhadap anggota yang diduga terlibat.

Apabila tidak mendapat tanggapan, Pemuda Formula bersama jaringan Advokat Muda menyatakan akan menggelar aksi damai dan menyampaikan laporan resmi ke Mabes Polri serta Kompolnas.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua Umum sekaligus Juru Bicara DPP Pemuda Formula, Dr. Chairul Hakim, M.M., M.A.I.S., dan Sekretaris Jenderal St. Seno Yunanda, A.Md., S.M.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penggerebekan tersebut.(AS/JO).




  • Bela Kehormatan Santri, Pemuda Formula dan PBM Minta Polri Usut Dugaan Pelanggaran SOP

    🕔19:04:24, 02 Nov 2026
  • Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama

    🕔06:10:59, 29 Jun 2026
  • Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur

    🕔15:54:28, 18 Jun 2026
  • Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta

    🕔03:06:40, 18 Apr 2026
  • Sorotan Nasional! Ateng Sutisna : DHE SDA Harus Jadi Solusi, Bukan Beban Baru Tata Kelola PSE

    🕔17:45:49, 15 Apr 2026