- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
Naskah Bujangga Manik, Walangsuji, Istana Ibukota Kerajaan Talaga Manggung Ternyata Terletak di Desa Kagok

Keterangan Gambar : Paguyuban Walangsuji yang terletak di Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka berusaha mengembangkan dan mengembalikan nama baik Walangsuji
MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Paguyuban Walangsuji yang terletak di Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka berusaha mengembangkan dan mengembalikan nama baik Walangsuji sebagai tempat historis bekas Istana atau Keraton Kerajaan Talaga Manggung.
Menurut Ketua Paguyuban Walangsuji Aom Gibran Kerajaan Talaga yang beribukota Walang Suji (menurut versi Bujangga Manik) itu berada pada akhir abad XV atau awal abad XVI. Jadi, itu berada kira-kira antara 1475 – 1525.
Padahal saat dikunjungi Bujangga Manik akhir abad XV (anggap tahun 1475-an sebagai tebakan, untuk tidak dikatakan awal abad XVI), Talaga itu ibu kotanya Walang Suji, bukan Parung. Dalam umumnya tulisan “sejarah” Talaga, hanya pada masa Simbar Kancana Talaga beribu kota di Walang Suji. Itu berarti sebelum “Dua Parung” tersebut memerintah (sebelum 1450 M. menurut versi di atas; katakanlah tahun 1425-an)–dan tahun-tahun itu bertentangan dengan versi Bujangga Manik (1475-an) yang menyebut Walangsuji.
Baca Lainnya :
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu

Aom menegaskan "Walangsuji" disebut Bujangga Manik merupakan salah satu naskah berbahasa Sunda Kuno yang memuat kisah perjalanan seorang tokoh bernama Bujangga Manik mengelilingi Tanah Jawa dan Bali. Naskah ini ditulis pada daun nipah, dalam puisi naratif berupa lirik yang terdiri dari delapan suku kata, dan saat ini disimpan di Perpustakaan Bodleian di Universitas Oxford sejak tahun 1627 (MS Jav. b. 3 (R), cf. Noorduyn 1968:469, Ricklefs/Voorhoeve 1977: 181). Naskah Bujangga Manik seluruhnya terdiri dari 29 lembar daun nipah, yang masing-masing berisi sekitar 56 baris kalimat yang terdiri dari 8 suku kata.
Menurut cerita rakyat setempat setelah Sunan Parung Raja Talaga Manggung dibunuh oleh menantunya Palembang Gunung kemudian ngahiang beserta para prajuritnya dipercaya menjadi Ikan di Situ Sangiang dan bekas Keratonnya menjadi Danau yang dikenal sebagai Situ Sangiang. Hingga kini ikan di Situ Sangiang tetap lestari tidak ada yang berani menangkap karena dianggap jelmaan prajurit Kerajaan.
Akhirnya oleh Palembang Gunung istana dipindahkan ke Walangsuji dan bertahta dengan istrinya Ratu Simbarkancana.
Sekian tahun terlantar daerah Walangsuji yang terletak di Desa Kagok Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka terkenal angker dan menjadi daerah pemujaan (orang yang ingin kaya raya secara mistis) padahal sebenarnya merupakan daerah historis yang penuh sejarah.
"Warga banyak yang meyakini masih banyak timbunan emas di bekas Keraton tersebut,"kata Aom Ketua Paguyuban Walangsuji, Selasa (9/5/2023).
Aom menuturkan kini pihaknya bersama pemuda setempat berusaha merestorasi dan mengembalikan nama baik Walangsuji sebagai tempat historis bekas Istana Kerajaan Talaga.
"Banyak situs peninggalan historis disini, bahkan kami bersama pemerintah Desa setempat sekarang sedang membuka jalan masuk mobil dalam program TMMD,"ungkapnya.
Ketua Balai Konservasi Cagar Budaya Talaga Manggung Asep Asdha Singawinata menuturkan terdapat isu banyak emas di Walangsuji bukan merupakan arti kata yang sesungguhnya.
"Itu merupakan Siloka atau perumpamaan saja,"ungkapnya.
Menurutnya Yayasan Talaga Manggung tidak ada kepentingan disini dan menghargai kearifan lokal dan mendorong dari belakang, yang tampil ke depan silahkan Paguyuban Walangsuji yang merupakan warga setempat.

"Berawal cerita Tomi Pires yang menenggelamkan Walangsuji dengan sebuah tempat yang disebut Kuburan Munding yang disebut komplek Susuhanan atau Sunan, pihaknya mengadakan penelitian dan hasilnya menyatakan bahwa disini diduga terdapat Makam Ratu Pertama Kerajaan Talaga Manggung yaitu Ratu Simbarkancana,"ungkap Asep.
Asep Asdha menuturkan situs yang sudah ratusan tahun tilam sekarang dibuka kembali, mudah-mudahan bangkit kembali membawa kesejahteraan bagi warga sekitarnya.
"Penelitian kami lanjutkan secara kontinyu dan diketemukan prasasti, objek yang diduga Cagar Budaya yang sudah diajukan ke Balai Arkeologi,"imbuhnya.
Kepala Desa Kagok Dedeh Juariah mengatakan ada niat setelah menjadi Kepala Desa untuk membuka Walangsuji khususnya untuk wisata budaya.
"Kami mengizinkan kepada komunitas untuk mengembangkan Walangsuji, apabila ada sejarah Keraton mari kita lestarikan,"ungkapnya.
"Sekarang Pemerintah Desa telah membuka jalan dengan akses kendaraan roda empat untuk memudahkan akses dan apabila ada hal atau penemuan prasasti, kami meminta dukungan semua pihak agar bisa menempatkannya dan ke depan ingin dikembangkan menjadi wisata religi dan wisata budaya seperti Wanaperih,"imbuhnya.
Ketua Yayasan Talaga Manggung Rd. Apun Tjahya Hendraningrat mengatakan Walangsuji ini magnet yang akan menarik banyak orang yang berkepentingan.
"Kalau sekiranya Walangsuji setengah -setengah kami tidak support tapi ketika tekad sudah bulad tekadnya, kami akan full support,"ungkapnya.** (Agit)









.jpg)






