- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
MTQ Tingkat Desa Jadi Pemersatu Umat Paling Efektif Bernilai Ibadah Penuh Berkah

Keterangan Gambar : Kegiatan MTQ tingkat Desa diselenggarakan di Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Curug jadi pemersatu umat paling efektif bernilai ibadah penuh berkah.
MEGAPOLITANPOS.COM, Tigaraksa – Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Desa diselenggarakan di desa-desa di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Curug. Dukungan biaya kegiatan tersebut dialokasikan dari Anggaran Dana Desa (ADD) dan digelontorkan nilainya tergantung usulan dan target.
Ada beberapa event yang cukup menonjol di perhelatan MTQ di 2 kecamatan tersebut karena semarak dan gebyarnya dituding mampu setara dengan MTQ tingkat kabupaten bahkan provinsi. Selain desa itu yang terlihat semarak, terdapat 2 desa lain yang menghiasi medsos, yaitu MTQ Desa Sodong dan MTQ tingkat Desa Tapos Kecamatan Tigaraksa. Pawai ta'arufnya diikuti ribuan warga dengan berbagai penampilan kreasi seni budaya serta MTQ Desa Kadu Kecamatan Curug yang juga cukup menarik dengan doorprize voucher umroh bagi warga yang hadir.
Namun gebyar semaraknya MTQ tingkat desa itu hanya bumbu penyedap saja untuk menarik animo warga. Hal yang paling terasa manfaatnya adalah MTQ karena merupakan alat pemersatu umat paling efektif bernilai ibadah dan penuh keberkahan. Dengan begitu kita tahu desa tersebut masih dipimpin seorang kepala desa yang terpilih dari hasil pemilihan langsung one man one put melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebab, diketahui terdapat pro kontra dukungan yang membuat perpecahan antar tetangga bahkan saudaranya cukup lama sampai turun temurun.
Baca Lainnya :
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
Demikian dipaparkan Ahmad Hidayat, ASN sekaligus warga asli Kecamatan Tigaraksa yang juga dikenal intens aktif di acara MTQ, dan menjadi official Kafilah Tigaraksa pada MTQ Tingkat Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu.
"Saya menyaksikan langsung di sejumlah acara MTQ tingkat desa semua tokoh agama, tokoh agama, dan elemen lain berkumpul di satu titik yaitu hadir di arena utama dan semua penuh senyum kegembiraan, saling bertegur sapa sembari menikmati lantunan ayat suci Al-Qur'an, dan efeknya kebekuan komunikasi di antara mereka mencair dan merekatkan," ucap Ahmad Hidayat salah satu ASN di Kecamatan Tigaraksa.
Hal senada juga dilontarkan Ahyani Annihbani Ketua LPTQ Kecamatan Curug yang menyatakan, semua desa di wilayah Curug sudah melaksanakan MTQ tingkat desa dan penyelenggaraannya bervariasi tergantung pemerintah desanya, namun dirinya mengaku tak pernah absen untuk menghadiri setiap event sebagai LPTQ dan anggota DPRD kabupaten Tangerang.
"Selain MTQ tingkat desa untuk menggali potensi baru yang bisa dibawa ke MTQ tingkat Kecamatan dan Kabupaten, bahkan Provinsi tentunya MTQ juga jadi sarana ukhuwah islamiah yang paling efektif dan bernilai ibadah. Semoga ke depan MTQ atau STQ nya bisa juga dilaksanakan di tingkat RW, sehingga lebih keren lagi," ucap Ahyani Annihbani. (***)
















