- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
Meriah Malam Tasyakuran Bersih Desa Selorejo Gelar Wayang Kulit Lakon Wahyu Kamulyan Jati ini Maknanya

MEGAPOLITANPOS.COM, Jawa Timur - Mangayubagya memetri bumi pertiwi agar dijauhkan dari balak, adat leluhur tak akan pernah luntur, tekat kuat diprakarsai sosok figur pemimpin desa, seperti halnya di Desa Selorejo Kecamatan Selorejo.
Seluruh rangkaian memetri bumi dilakukan sejak tanggal 10 hingga acara puncak pada Sabtu malam Minggu (13/07/24) menyajikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Hadir pada acara malam itu selain dari Muspika Kecamatan Selorejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, nampak hadir secara langsung Erma Susanti anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk diawali dengan penyerahan tokoh wayang Yudistira Ratu Amarta dari Suwadi Kepala Desa Selorejo kepada dalang Ki Sigit Arianto.
"Alhamdulilah semua rangkaian kegiatan metri bumi bersih desa berjalan lancar, kegiatan kirim doa pepunden, santapan rohani, hiburan kesenian langen beksan semua berjalan lancar," ungkap Suwadi.
Pagelaran wayang kulit semalam suntuk bersama dalang Ki dalang Sigit Arianto yang dimeriahkan oleh bintang tamu Andik TB cs dan Purborini sangat memukau ratusan penonton yang menikmati acara di sasana Agung Pendopo Desa Selorejo, pagelaran wayang kulit malam itu dengan mengambil lakon "Wahyu Kamulyan Jati."

"Lakon Wahyu Kamulyan jati itu sendiri memberikan gambaran bagaimana layaknya seorang pemimpin menurut pitutur Jawa.
“Para pemimpin itu jangan hanya mengumbar emosi dan nafsu pribadi. Para pemimpin yang ada tersebut hanya mengumbar kepentingan kelompoknya, tidak memperhatikan kepentingan rakyat itu bukan kebudayaan kita,” tutur Suwadi.
Suwadi berharap melalui bersih desa, selain ngalab berkah kemakmuran warga desa Selorejo semakin meningkat, juga mengajarkan kecintaan keragaman hayati, adat istiadat leluhur tetap lestari.
"Semoga dimasa - masa mendatang keberadaan masyarakat desa Selorejo lebih maju disemua sektor usaha, pemerataan pembangunan segera terlaksana, kami sampaikan terimakasih partisipasi dan dukungan masyarakat sehingga awal hingga ahir kegiatan berjalan lancar sukses," pungkasya.** (za/mp)


.jpg)


.jpg)




.jpg)




