- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Menkop Teten: Kolaborasi Entrepreneur Hub dengan Perguruan Tinggi Jadikan Kampus Pabrik Wirausaha

MEGAPOLITANPOS.COM, Bali - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan kolaborasi program Entrepreneur Hub dari Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama berbagai peguruan tinggi di Indonesia bertujuan untuk menjadikan kampus sebagai pabrik wirausaha.
Hal ini dikatakan MenKopUKM Teten Masduki sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diprediksi akan menjadi negara maju.
“Untuk menjadi negara maju, minimal harus punya entrepreneur 4 persen. Negara maju rata-rata 12 persen sementara kita baru mencapai 3,47 persen. Maka kami merancang program dengan perguruan tinggi agar kampus bisa menjadi pabrik entrepreneur. Salah satunya di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas). Jadi nanti terkoneksi dengan enabler, pembiayaan dan sebagainya yang membuat mahasiswa kalau mau punya bisnis, asal ide bagus, dia akan mudah menjadi wirausaha,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam acara Entrepreneur Hub bertajuk Wirausaha Mudah di Undiknas, Bali, Jumat (13/10).
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Lebih lanjut, Menteri Teten mengatakan, pada saat ini para mahasiswa dapat memilih untuk menjadi wirausaha dengan mudah. Selama dia memiliki rencana bisnis, kampus akan membimbing mahasiswa tersebut untuk mengembangkan bisnisnya sehingga ketika lulus, mahasiswa akan siap menjadi seorang pebisnis andal.
“Selama 4 tahun di kampus, mahasiswa akan dibimbing dan akan kita bangun inkubasinya sehingga ketika lulus menjadi pebisnis. Di Korea Selatan dan Jepang begitu sistemnya. Jadi anak muda yang penting punya bisnis. Tapi harus berbasis inovasi dan teknologi,” ucap Menteri Teten.
Perkembangan teknologi yang masif menjadi keuntungan bagi para mahasiswa. Namun, hal ini juga akan menjadi tantangan jika tidak dapat dikelola dengan baik.
Maka dari itu, Menteri Teten berharap para mahasiswa dapat mengembangkan ide bisnis yang berbasis inovasi dan teknologi. Dia juga menegaskan bahwa program Entrepreneur Hub telah berhasil menghadirkan 500 startup yang digagas oleh para anak muda.
“Sudah ada 500 startup dari anak muda yang terhubung lewat Entrepreneur Hub ini. KIta pernah bawa ke Korea Selatan, Jepang, dan Australia banyak investor yang berminat. Jadi ayo buat bisnis dan kita hubungkan dengan investor. Kami juga telah bekerja sama dengan Kementerian yang membidangi UKM di Korea Selatan untuk mempermudah calon wirausaha Indonesia,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Rektor Undiknas Prof. Nyoman Sri Subawa menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa sebagai entrepreneur selaras dengan upaya untuk membangun dan mengembangkan UMKM melalui penciptaan wirausaha berbasis inovasi dan teknologi di Indonesia.

“Kegiatan ini sangat tepat dan Undiknas menyediakan diri sebagai tempat literasi digital entrepreneur. Sebanyak 500 mahasiswa hadir di sini, maka menjadi potensial untuk menumbuhkan entrepreneur,” ujarnya.
Dia menambahkan, Indonesia sebagai negara yang besar harus siap untuk bersaing dengan negara lain. Maka dari itu, menurutnya generasi muda Indonesia harus mampu menguasai teknologi dan menciptakan produk unggulan yang punya karakteristik yang khas.(Reporter Achmad Sholeh)




.jpg)
.jpg)











