- Maman Abdurrahman Pastikan Bunga PNM Mekaar 8 Persen Berlaku Permanen
- Tak Hanya Narkoba, Gun Sriwitanto Usulkan Edukasi Bahaya Judi Online Pada Sekolah dan Masyarakat
- Gun Sriwitanto Dorong Barito Utara Wujudkan Program BERSINAR
- Kapolri Nonaktifkan Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anggota, Ini Penyebabnya
- Patih Herman Dorong Edukasi Bahaya Narkoba Masuk Sekolah, Generasi Muda Jadi Perhatian
- Patih Herman Tegaskan Dukungan DPRD terhadap Anggaran Program Pemberantasan Narkoba
- Patih Herman Soroti Masifnya Peredaran Narkoba di Barito Utara, Apresiasi Kinerja Polres
- Pasar Sudah Bagus, Sachrudin: Jaga Kebersihan dan Kenyamanannya Bersama!
- H Nurul Anwar, Relawan Antinarkoba Perlu Diperluas hingga Kecamatan dan Kelurahan
- H Nurul Anwar Dukung Percepatan Perda P4GN, Masuk Prioritas Pembahasan 2027
Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Magelang - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan agar gerai-gerai di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus memprioritaskan barang-barang yang dijual merupakan hasil produk UMKM lokal di daerah masing-masing.
“UMKM dikurasi, para petugas diberikan pelatihan dalam mengelola koperasi. Kami akan terus dampingi. Jadi produk-produknya UKM lokal tidak perlu bingung karena sudah ada tempatnya di KDKMP, kata Menkop Ferry saat memberikan sambutan sekaligus membuka Borobudur Indonesia Expo dan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis malam (17/9/2026).
Hadir dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jateng yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, Walikota Magelang Damar Prasetyono, Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaidi, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
Baca Lainnya :
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan
- Koperasi Desa Merah Putih Di Wilayah Kodim 0808/Blitar Tim Mabes TNI Siap Tinjau Lapang.
- Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
Ferry menegaskan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menggerakkan tiga pilar ekonomi secara setara koperasi, BUMN, dan swasta. Koperasi kini dipulihkan kembali menjadi sokoguru atau arus utama perekonomian nasional. “Kementerian Koperasi (Kemenkop) melaksanakan tiga langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaan terhadap koperasi,” ucapnya.
Pertama, rebranding. Koperasi kurang diperhatikan dan tidak dikenal oleh generasi muda, milenial, maupun Gen Z. “Kini koperasi mulai dipahami kembali, didukung langkah Provinsi Jawa Tengah yang memasukkan kembali mata pelajaran perkoperasian ke jenjang pendidikan dasar dan menengah,” ucapnya.
Kedua, digitalisasi. Transformasi dari sistem tradisional menjadi modern dipercepat agar koperasi mampu bersaing di era kekinian.
Ketiga, pembenahan tata kelola. Koperasi tidak lagi dinilai sekadar dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), melainkan dari kinerja usahanya. Kemenkop mendorong koperasi kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, maupun keuangan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.
“Karena itu, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga seni dibentuk menjadi koperasi agar dapat mengakses permodalan, pendampingan, teknologi, dan pasar secara lebih luas,” tegasnya.
Menkop juga meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda), Walikota hingga Bupati segera mengkurasi kelompok-kelompok usaha dan membentuk koperasi, sehingga produk lokal dapat naik kelas dan mendunia.
“Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Walikota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan apresiasi kepada Kemenkop dan memohon dukungan berupa pelatihan peningkatan kapasitas manajemen koperasi, penerapan teknologi, serta pendampingan usaha agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
“Hari ini menjadi kesempatan bagaimana koperasi dan UMKM sebagai ruang pertemuan antara produk dan pasar, pelaku usaha dan mitra, serta potensi daerah dengan jejaring ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Kawasan pariwisata Borobudur tidak hanya milik satu daerah. Damar mengajak lima daerah penyangga meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung untuk bersama-sama memperkenalkan potensi terbaik.
Sementara itu, gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 melibatkan sebanyak 150 UMKM dengan target 40.000 pengunjung, dan nilai transaksi ditargetkan mencapai hingga Rp 2 miliar selama 4 hari penyelenggaraan pada tanggal 17–20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang.(AS/MP).

.jpg)
.jpg)













