- Industri Olahraga Indonesia Dinilai Belum Optimal, KADIN Dorong Wirausaha Muda Naik Kelas
- Gun Sriwitanto Apresiasi Penghargaan Pemkab Barito Utara, Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
- Tajeri Dorong Penghargaan SKK Migas Jadi Momentum Perkuat Iklim Investasi Barito Utara
- Parmana Setiawan Harapkan Penghargaan SKK Migas Berdampak bagi Masyarakat Barito Utara
- Nurul Anwar Apresiasi Penghargaan SKK Migas untuk Pemkab Barito Utara
- Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera
- Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremoni, Gun Sriwitanto Dorong Aksi Nyata Generasi Muda
- Momentum Sumpah Pemuda, Naruk Saritani Tekankan Pentingnya Persatuan
- Menko PM Sebut MBG Serap 1,3 Juta Pekerja, UMKM Ikut Terlibat
- Tipu Korban Rp 1,96 Miliar Lewat Mitra Bengkel AutoOne, Pelaku Kini Disidang di Tangerang
Industri Olahraga Indonesia Dinilai Belum Optimal, KADIN Dorong Wirausaha Muda Naik Kelas

Keterangan Gambar : Pengurus KADIN Indonesia Bidang Perencanaan Nasional yang membidangi Pemuda dan Olahraga, Gema Sasmita
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong generasi muda menjadikan kebugaran dan olahraga sebagai peluang usaha bernilai tambah tinggi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi nasional sekaligus memanfaatkan potensi besar industri olahraga global.
Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam membangun kemandirian ekonomi melalui produktivitas, inovasi, dan kewirausahaan.
Pengurus KADIN Indonesia Bidang Perencanaan Nasional yang membidangi Pemuda dan Olahraga, Gema Sasmita, mengatakan kebugaran fisik perlu menjadi bagian dari budaya sehari-hari. Menurutnya, sumber daya manusia yang sehat dan disiplin menjadi salah satu modal penting untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
Baca Lainnya :
- Industri Olahraga Indonesia Dinilai Belum Optimal, KADIN Dorong Wirausaha Muda Naik Kelas
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Jairi Anggota DPRD Jatim Motifasi Pendamping PKH Kembangkan Industri Kreatif
“Dalam lanskap ekonomi modern saat ini, mandat kebangsaan diterjemahkan melalui produktivitas, ketahanan sistemik, dan kemandirian usaha,” ujar Gema di Menara KADIN Indonesia, Jakarta.
Selain aspek kesehatan, Gema menyoroti besarnya peluang bisnis di sektor olahraga. Berdasarkan laporan riset pasar yang dirujuk KADIN, nilai pasar industri olahraga global mencapai US$521,7 miliar atau setara lebih dari Rp9.480 triliun, dengan menggunakan kurs Rp18.183 per dolar AS.
Sementara itu, sektor wisata olahraga atau sport tourism dunia diproyeksikan memiliki nilai pasar lebih dari US$712 miliar.
Di tengah potensi tersebut, Gema menilai industri olahraga Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi konsumen produk olahraga, tetapi juga mengambil peran sebagai produsen, inovator, dan pelaku usaha.
Ada tiga bidang yang dinilai menjanjikan bagi wirausaha muda. Pertama, manufaktur perlengkapan olahraga, termasuk pakaian dan peralatan berstandar ekspor dengan memanfaatkan kemampuan industri tekstil nasional serta material ramah lingkungan.
Kedua, wisata olahraga berbasis pengalaman, seperti maraton, balap sepeda alam, dan kompetisi olahraga bahari yang dapat terintegrasi dengan sektor pariwisata dan UMKM lokal.
Ketiga, teknologi olahraga dan infrastruktur digital, mulai dari analisis performa atlet berbasis kecerdasan buatan, aplikasi pemesanan fasilitas olahraga, perangkat pelacak kebugaran, hingga pengelolaan kompetisi esports profesional.
KADIN Indonesia juga mendorong pengembangan ekosistem olahraga melalui berbagai inisiatif, antara lain Kadin Indonesia Golf Club (KIGC), dukungan terhadap kompetisi padel, serta pembinaan olahraga bela diri di tingkat akar rumput.
Gema menambahkan, pengembangan industri olahraga perlu terintegrasi dalam perencanaan pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu, KADIN terus berkoordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas guna menyelaraskan peta jalan industri olahraga dengan agenda pembangunan jangka panjang.
“Kedaulatan nasional yang sejati membutuhkan rakyat yang bugar dan industri lokal yang berdaya saing global,” pungkasnya.
Melalui penguatan industri olahraga, generasi muda diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.(AS/MP).







.jpg)

.jpg)





