- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Melalui TEI Ke-38, KemenkopUKM Perluas Peluang Pasar Ekspor

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 tahun 2023 sebagai acara yang berupaya mempromosikan produk unggulan Indonesia sekaligus memperluas peluang pasar ekspor UKM ke luar negeri.
TEI ke-38 2023 mengangkat tema Sustainable Trade for Global Economic Resilience. Acara ini diharapkan menjadi titik balik bagi geliat ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19.
Dalam acara ini, KemenKopUKM memfasilitasi 22 UKM untuk ikut serta berpameran, yang terdiri dari 2 UKM kategori furnitur dan homedecor, 9 UKM personal care dan wellness, serta 11 UKM di bidang makanan dan minuman.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
KemenKopUKM juga memfasilitasi merek kolektif MyNyale yang menampilkan produk unggulan dari Lombok, yang juga merupakan hasil kerja sama dengan United Nation Industrial Development Organization (UNIDO) dan Kementerian Perdagangan.
Sekretaris Deputi Bidang UKM, KemenKopUKM, Koko Haryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (21/10), mengatakan MyNyale merupakan brand yang mewadahi 12 koperasi dan UKM. Mereka tergabung dalam merek kolektif yang bertujuan untuk menjangkau pasar global dan mempromosikan keberlanjutan SDGs 2030. Salah satunya Koperasi Gumi Nyale dengan produk wastra, aksesori, dan produk pangan pertanian.
MyNyale turut meramaikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 tahun 2023. TEI ini merupakan pameran yang mengangkat produk unggulan Indonesia sebagai upaya untuk memperluas peluang pasar ekspor UKM ke luar negeri.
“Kehadiran MyNyale di TEI membawa perspektif baru bagi produk-produk buatan lokal Lombok dengan menerapkan praktik-praktik pengembangan produk berkelanjutan yang diakui secara internasional untuk direplikasi di seluruh Indonesia,” kata Koko.
Selain itu, para pelaku UKM berkesempatan untuk bertemu calon pembeli internasional yang berasal dari berbagai negara di antaranta India, Malaysia, Tiongkok, Australia, Brasil, dan masih banyak yang lain.
Tercatat sebanyak 5.600 calon pembeli internasional dari 100 negara hadir pada (TEI) tahun ini. Pameran TEI digelar pada 18-22 Oktober 2023 berlokasi di Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Pameran TEI 2023 juga dilaksanakan secara daring berbasis e-catalogue pada 18 Oktober - 18 Desember 2023.
Pada kesempatan yang sama, Lilik Triyanto, National Agrifood Value Chain Specialist UNIDO menyebutkan banyak pengunjung yang terdiri dari pengusaha, wirausahawan, dan eksportir hadir di stand MyNyale. Mereka menunjukkan ketertarikannya untuk mendiskusikan potensi kolaborasi, terutama untuk produk-produk seperti makanan, tekstil, dan perhiasan yang dapat ditargetkan bagi pasar ekspor.
“Salah satu pengusaha dari Chili sangat terkesan dengan produk MyNyale, terutama tekstil tenun yang dibuat dari serat eceng gondok. Dia menunjukkan antusiasme yang tinggi ketika bertanya tentang proses produksi dan meminta video yang menunjukkan cara pembuatannya. Jelas sekali bahwa mereka sangat tertarik dengan produk kami," katanya.
Dalam kegiatan TEI 2023 juga dilakukan penandatanganan Technical Arrangement antara Swisscontact, KemenKopUKM, serta KADIN Swiss yang merupakan kerja sama Pengembangan Kapasitas bagi Layanan Promosi Ekspor.
Kerja sama mencakup upaya meningkatkan layanan promosi ekspor kepada perusahaan yang siap ekspor, memberikan akses yang lebih baik kepada perusahaan-perusahaan ini dengan fokus kuat pada target pasar Swiss dan Eropa.(Reporter: Achmad Sholeh)




.jpg)
.jpg)











