- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Sinergi DPRD dan Pemkab Perkuat Arah Pembangunan melalui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
- Polda Metro Ungkap Sindikat Peredaran Meterai Palsu, Dirjen Pajak Beri Penghargaan
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
Medsos Jadi Sarana PSK, Waria & Gigolo Jajakan Diri dengan Tarif Rp. 200

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang-Melansir dari visualnews.com, diduga Protitusi berbasis daring kembali marak di Kota Tangerang, Ironisnya para pelaku bisnis lendir yang akrab disebut Open BO tersebut semakin terang terangan dalam menjalankan aksinya.
Berdasarkan penelurusan wartawan pada senin, (26/12/2022). Para Pekerja seks komersial yang mengandalkan media sosial memasang tarif 200 ribu rupiah, untuk sekali kencan.
"200k full service, Otw sekarang, lokasi di jalan beringin raya," tulis akun media sosial bernama riri dalam postingannya.
Baca Lainnya :
- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Dandim 0808 Blitar Usai Upacara HUT RI ke 81 Lanjut Ziarah ke Makam Bung Karno
Tidak percaya begitu saja dengan harga yang ditawarkan, wartawan mencoba memesan jasa dari perempuan disalahsatu kontrakan di alamat yang ditentukan.
Benar saja, disalahsatu kontrakan petakan di lokasi yang telah ditentukan terdapat beberapa perempuan muda berpakaian mini dan beberapa pria yang diduga yang menjalankan akun media sosial dari para perempuan penjaja kenikmatan tersebut.
"Keluar dulu pada ada tamu, ini yang dari Cikokol ya, 200nya duluan ya bang, sekalian sama uang parkir goceng," kata perempuan berparas manis seraya menyerahkan uang yang didapat kepada salahsatu pemuda.
Dilokasi lain, tepatnya disalahsatu kos kosan disekitaran taman cibodas yang beberapa bulan silam pernah dilakukan penggerebekan oleh satpolPP kota Tangerang memasang tarif sedikit lebih tinggi dengan PSK sebelumnya.
Alasan perbedaan tarif itu, disebutnya sebagai garansi kalau lokasi yang dijadikan sebagai tempat menjajakan kehangatan aman dari pantauan satpolPP dan aparat penegak hukum.
"Pernah ditangkep udah lama itu yaelah cuma didata doang abis gitu disuruh pulang, aman bang sekarang mah," kata dia.
Bukan cuma perempuan penjaja seks, dalam akun lainnya, Al salahseorang pria yang memasang tampang rupawan juga menawarkan diri via aplikasi media sosialnya.
"Brondong cari tante - tante yang serius, otw capcus full service 250 include room," tulis Al dalam postingannya.
Dalam postingannya, dia juga diduga menerima jasa berhubungan sesama jenis, asalkan harga yang disepakati sesuai.
"Om om juga boleh, bisa jadi cowoknya, bisa jadi ceweknya dijamin puas main rasa pacar," tulis Al dalam postingannya.
Sayangnya hingga berita ini dilansir, Sekretaris SatpolPP Kota Tangerang Agapito de Araujo belum menanggapi hal tersebut.
Saat wartawan mencoba menghubunginya via aplikasi pesan singkatnya, yang bersangkutan belum merespon.** (Cenk/MP/Red)

















