- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
- Kantah Kab Tangerang Komitmen Perkuat Pembinaan, Pengawasan Terhadap PPAT
- Waket I DPRD Barito Utara Hadiri Ramah Tamah Pemkab Bersama Kasrem 102 Panju Panjung
- Buka Grand Final Papipar 2026, Sekda Muhlis Mengajak Untuk Menjaga, Melestarikan, dan Mempromosikan Potensi Wisata Lokal
- Headline Nasional : Baznas dan Dinas Sosial Majalengka Salurkan 50 Paket Sembako, Warga Rajawangi Bangkit Usai Puting Beliung
Medsos Jadi Sarana PSK, Waria & Gigolo Jajakan Diri dengan Tarif Rp. 200

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang-Melansir dari visualnews.com, diduga Protitusi berbasis daring kembali marak di Kota Tangerang, Ironisnya para pelaku bisnis lendir yang akrab disebut Open BO tersebut semakin terang terangan dalam menjalankan aksinya.
Berdasarkan penelurusan wartawan pada senin, (26/12/2022). Para Pekerja seks komersial yang mengandalkan media sosial memasang tarif 200 ribu rupiah, untuk sekali kencan.
"200k full service, Otw sekarang, lokasi di jalan beringin raya," tulis akun media sosial bernama riri dalam postingannya.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
- OJK dan Pemkab Majalengka Kuatkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Situ Cipanten Gunungkuning
- Dinkes Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Pemanfaatan SIG di Bidang Kesehatan
- Langkah Strategis Eman Suherman di Musrenbang Jabar 2026: Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan Daerah
- Dari Majalengka ke Dunia : BAZNAS Buka Jalan Kolaborasi Internasional, Nasib Pendidikan Anak Dipertaruhkan
Tidak percaya begitu saja dengan harga yang ditawarkan, wartawan mencoba memesan jasa dari perempuan disalahsatu kontrakan di alamat yang ditentukan.
Benar saja, disalahsatu kontrakan petakan di lokasi yang telah ditentukan terdapat beberapa perempuan muda berpakaian mini dan beberapa pria yang diduga yang menjalankan akun media sosial dari para perempuan penjaja kenikmatan tersebut.
"Keluar dulu pada ada tamu, ini yang dari Cikokol ya, 200nya duluan ya bang, sekalian sama uang parkir goceng," kata perempuan berparas manis seraya menyerahkan uang yang didapat kepada salahsatu pemuda.
Dilokasi lain, tepatnya disalahsatu kos kosan disekitaran taman cibodas yang beberapa bulan silam pernah dilakukan penggerebekan oleh satpolPP kota Tangerang memasang tarif sedikit lebih tinggi dengan PSK sebelumnya.
Alasan perbedaan tarif itu, disebutnya sebagai garansi kalau lokasi yang dijadikan sebagai tempat menjajakan kehangatan aman dari pantauan satpolPP dan aparat penegak hukum.
"Pernah ditangkep udah lama itu yaelah cuma didata doang abis gitu disuruh pulang, aman bang sekarang mah," kata dia.
Bukan cuma perempuan penjaja seks, dalam akun lainnya, Al salahseorang pria yang memasang tampang rupawan juga menawarkan diri via aplikasi media sosialnya.
"Brondong cari tante - tante yang serius, otw capcus full service 250 include room," tulis Al dalam postingannya.
Dalam postingannya, dia juga diduga menerima jasa berhubungan sesama jenis, asalkan harga yang disepakati sesuai.
"Om om juga boleh, bisa jadi cowoknya, bisa jadi ceweknya dijamin puas main rasa pacar," tulis Al dalam postingannya.
Sayangnya hingga berita ini dilansir, Sekretaris SatpolPP Kota Tangerang Agapito de Araujo belum menanggapi hal tersebut.
Saat wartawan mencoba menghubunginya via aplikasi pesan singkatnya, yang bersangkutan belum merespon.** (Cenk/MP/Red)

















