- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
May Day 2023, 1.200 Buruh dari Kabupaten Tangerang Berangkat Aksi di Jakarta

Keterangan Gambar : Sebanyak 1.200 buruh berangkat dari Kabupaten Tangerang bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta dalam rangka May Day,
MEGAPOLITANPOS.COM Kab. Tangerang,- Sebanyak 1.200 buruh berangkat dari Kabupaten Tangerang bergerak menuju Patung Kuda, Jakarta dalam rangka May Day, dengan titik kumpul kawasan Citra Raya Cikupa dan Flyover Toll Bitung, Kabupaten Tangerang, Senin (1/5/2023).
Ketua Konfederasi Serikan Pekerja Seluruh Indonesia(K-SPSI) Kabupaten Tangerang Supriyadi mengatakan,para buruh di wilayah Tangerang akan melakukan aksi unjuk rasa secara terpusat di Patung Kuda, Jakarta.
"Hari ini, seribu buruh bergerak menuju Jakarta, dengan beberapa tuntutan, seperti mencabut omnimbus law UU No 6/2023 tentang Cipta Kerja," ujar Supriyadi.
Baca Lainnya :
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
Selain itu, pihaknya juga menolak upah murah, union busting, RUU Kesehatan, dan menuntut sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Serta menyuarakan sejumlah tuntutan mulai dari perubahan aturan ketenagakerjaan, adanya peningkatan PHK, hingga masih banyaknya perusahaan yang tidak membayarkan THR lebaran 2023.
"Kami juga akan membawa tuntutan berupa adanya tindak pemerintah untuk mengatasi PHK masal," ujar Supriyadi.
Diketahui dalam melakukan penjagaan di sejumlah titik keberangkatan aksi para buruh. Sebanyak 250 personil gabungan disiagakan. (Wan)

















