- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
.jpg)
Keterangan Gambar : Kementerian Kesehatan.( Dok pribadi).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 1.527 kasus positif influenza di Indonesia sepanjang 2026 berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen melalui kegiatan surveilans. Kasus terbanyak ditemukan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan virus influenza yang paling banyak ditemukan adalah H1N1pdm09, disusul H3N2 dan influenza tipe B.
"Positif influenza kita di tahun 2026 sebanyak 1.527. Yang paling banyak adalah H1N1pdm09, kemudian H3N2, dan kemudian tipe B," ujar Andi dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Baca Lainnya :
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menjadi provinsi dengan proporsi kasus positif influenza tertinggi di Indonesia.
Andi menjelaskan, data tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenkes dalam memantau perkembangan virus influenza di Tanah Air. Surveilans dilakukan untuk mengetahui jenis virus yang beredar sekaligus memantau tingkat keparahan penyakit.
Melalui pemantauan tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan influenza dan mengidentifikasi potensi risiko kesehatan masyarakat.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penularan influenza, khususnya kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Kelompok rentan tersebut meliputi balita, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit penyerta dan kondisi imunokompromais atau daya tahan tubuh yang lemah.
Kewaspadaan terhadap influenza dinilai penting, terutama bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi apabila terinfeksi.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kesadaran terhadap potensi penularan influenza, sementara pemerintah terus melakukan pemantauan melalui kegiatan surveilans.(AS/MP).

.jpg)













