Breaking News
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
- Dukung Ketahanan Pangan, Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
Lagi DPR, Literasi Digital sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat dan Bisnis

Jakarta(MegapolitanPos.com): Digital dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam segala aspek bidang yang dapat menolong serta memajukan ekonomi masyarakat. Literasi digital berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu menggunakan internet untuk mendorong prudiktivitas dan inovasi terutama disektor ekomoni digital. Anggota Komisi 1 DPR RI, Ir. Alimin Abdullah menuturkan, sektor ekonomi digital berpotensi besar menjadi faktor pendorong ekonomi utama untuk Indonesia di masa pandemi. Ekonomi digital mampu membuat perubahan pada kegiatan ekonomi masyarakat dan bisnis, dari yang awalnya manual menjai serba otomatis. Sehingga, setiap kegiatan sehari-hari dan bisnis bisa dilakukan dengan mudah dan juga cepat. "Kita tentu bahwa sebelum adanya ekonomi digital, diperlukan biaya dan juga waktu yang lebih banyak untuk isa membangun toko fisik. Tapi sekarang, bisnis-bisnis mulai dijalankan dengan lapak marketplace gratis atau dengan membuka website toko online saja," papar wakil rakyat asal Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dalam Webinar bertajuk "Ngobrol Bareng Legislator : Literasi Digital sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat", Rabu (6/6/2022). Hal itu, kata Alimin, sama halnya dengan proses pembayaran yang ada di dalamnya yang turut mengalami perubahan. Jika sebelumnya pembayaran harus dilakukan dengan uang tunai di toko fisik, maka saat ini telah menggunakan e-wallet. "Sehingga mempermudah siapa saja dalam melakukan pembayaran online, kapan pun dan dimanapun pelanggan inginkan," imbuhnya. Sementara itu, Yusran Isnaini, selaku praktisi literasi digital menyatakan bahwa daya saing digital di Indonesia masih rendah. Salah satunya disebabkan oleh rendahnya literasi digital. Kondisi tersebut juga membuat Indonesia rentan terhadap ancaman penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, pornografi yang tersebar di dunia maya, cyber bullying dan lain-lain. "Kurangnya literasi digital menjadikan Internet masih dianggap sebagai sekadar sarana komunikasi. Pemanfaatan yang dominan adalah untuk media sosial (87%), hiburan (62%), dan berita atau informasi (70%). Internet belum digunakan sebagai sarana untuk memperluas kesempatan dan meningkatkan ekonomi warga, misalnya memperluas peluang usaha," paparnya. Menurutnya, literasi digital diperlukan agar ketersediaan internet dapat dimanfaatkan oleh semua warga untuk mengakses peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Walaupun jaringan internet telah tersedia, disadari ia belum memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak. "Penguatan literasi digital ini menjadi sangat penting, karena berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Terlebih berdasarkan laporan We Are Social berjudul Digital 2021, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat dari hanya 72,7 juta orang pada 2015 menjadi menjadi 202,6 juta orang 2021. Sedang diketahui menurut data Kemendagri tanggal 30 Desember 2022, jumlah penduduk Indonesia adalah 273.879.750 jiwa," katanya. Oleh karenanya, Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, menyatakan bahwa Kementerian Kominfo hadir untuk menjadi garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital Indonesia. Dalam hal ini, Kemenkominfo memiliki peran sebagai regulator, fasilitator, dan ekselerator di bidang digital Indonesia. "Berbagai pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis empat pilar utama, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan pemahaman digital. Hingga tahun 2021 tahun program literasi digital ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat Indonesia," pungkasnya.(ASl/Red/MP).

















