- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
KPPOD Nilai 100 Hari Kerja, Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono Sukses Pimpin Jakarta

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Megapolitanpos com, Jakarta- Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) menilai positif 100 hari kinerja Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Kinerja Heru selama 100 hari ini terlihat ada yang menonjol, terutama dalam hal penanganan banjir di ibu kota.
"Menggerakkan kembali normalisasi sungai, peringatan dini terkait cuaca dan potensi banjir merupakan sebuah respons kebijakan yang patut diapresiasi," kata Direktur Eksekutif KPPOD, Herman N. Suparman, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/1/2023).
Baca Lainnya :
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Kebakaran, APAR Disiapkan di Tiap RW
- Bank Jakarta Luncurkan New Look Branch, Transformasi Layanan Perbankan Menuju Kota Global
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
Dia menjelaskan, kinerja Heru yang harus diapresiasi adalah kemampuannya membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan banjir dan kemacetan, terutama kementerian terkait seperti PUPR, ATR/BPN, BUMN dan Kementerian Perhubungan.
"Akhir tahun ini baru kita bisa melihat secara utuh kinerja Pak Heru. Bagaimana tata kelola perencanaan, penganggaran, kebijakan dan pelayanan publik di DKI Jakarta," ujar Herman.
Hal senada disampaikan pengamat kebijakan publik dari GMT Institute, Agustinus Tetiro. Menurut dia, Heru telah membuat terobosan untuk menjawab sejumlah masalah penting di ibu kota.
"Sudah sejak awal kepemimpinannya, Heru Budi memetakan tiga prioritas yaitu penanganan banjir, perbaikan layanan transportasi dan antisipasi perlambatan ekonomi tahun ini. Heru Budi sedang berada di jalur yang benar," jelasnya.
Gusti menyatakan bahwa Heru telah tampil sebagai pemimpin yang humanis saat menghadapi sejumlah komponen masyarakat dengan beragam kepentingan di Jakarta. Hal ini terbukti dari kembali bersatunya sejumlah kelompok masyarakat lokal, kerukunan antar-umat beragama yang kian prospektif hingga komitmen elemen masyarakat dan kelompok kategorial yang ingin berlomba-lomba berkontribusi secara positif di ibu kota.
Lebih jauh, dia berharap Heru bisa memimpin Jakarta dengan baik setelah 100 hari kerja, terutama memasuki tahun 2023 dan 2024 yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi dan bisnis hingga potensi peningkatan eskalasi politik di Tanah Air menjelang pemilu.
Gusti mengapresiasi sejumlah terobosan Heru seperti membuka kembali pos pengaduan warga, turun langsung ke lokasi alias blusukan, menggalakkan kembali Jumat Menanam, inspeksi mendadak ke kantor pemerintah seperti kelurahan, kecamatan, SKPD dan lainnya.
"Keluwesan Heru Budi dalam membangun komunikasi dengan pusat dan sejumlah pihak menjadi modal kuat bagi Jakarta untuk lebih optimis melihat masa depan dan mempersiapkan diri menjadi kota dunia setelah IKN nanti. Sukses Jakarta untuk Indonesia," tandasnya.
Diketahui, Heru Budi Hartono dilantik pada Senin (17/10/2022) oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk menggantikan Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria yang telah selesai masa tugasnya.(ASl/Red/MP).




.jpg)












