Breaking News
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- Kapolda Metro Cek Pos Pengamanan Cikunir dan Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman, Lancar
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Robotika untuk Negeri Menyapa Nias: PRSI Sumut Gelar Program Edukasi Teknologi di Gunungsitoli
- Lewat Robotika untuk Negeri, PRSI Sasar Sekolah hingga Pesantren
- PRSI Babel Gelar Fun Match Robot Soccer Saat Ngabuburit Komunitas
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
Konsumen Ogah Bayar Hutang, Diduga Aniaya Tukang Kredit

Poto : Ilustrasi MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Siti Masriah karyawan swasta yang menyambi berjualan barang elektronik secara kredit diduga dianiaya konsumennya. Kepada wartawan dirinya menuturkan, kejadian dugaan penganiayaan tersebut berawal saat dirinya hendak menagih cicilan elektronik kepada terduga pelaku yang telah menunggak selama beberapa bulan. "Itu dia ambil barang dicicil selama 10 kali, nah terus ternyata bayarnya pas cuma awal doang, sama di bulan oktober," ungkap Siti kepada wartawan minggu (24/4/2022). Ia mengaku, lantaran kesal cicilan yang telah disepakati tak kunjungi dipenuhi, dirinya berinisiatif untuk mendatangi rumah konsumennya untuk menagihnya secara langsung, terlebih dirinya mendapatkan informasi terduga pelaku telah mencairkan uang tunjangan hari raya (THR) dari tempatnya bekerja. "Dia emosi, saya semakin emosi, nah dia itu langsung berdiri langsung kayak ngejambak gitu tuh," jelas Siti. Mengetahui dirinya dalam bahaya Siti mengaku memilih mundur beberapa langkah kebelakang namun dari arah yang sama suami terduga pelaku disinyalir turut menganiaya dirinya. "Pokoknya cepet lah kejadiannya, lah saya ngga tau kejadiannya cepet kan nah saya kan teriak teriak tuh gua tuh kesini nagih duit gue," ungkap Siti. Untungnya saat itu warga yang mendengar teriakan Siti sempat melerai perselisihan tersebut sehingga dugaan penganiayaan yang diterimanya tidak terlampau parah. "Itu saudaranya keluar, kan kontrakannya bejejer ngalangin saya," ujar Sri. Atas kejadian itu, Siti mengaku menderita luka memar di kepala, tangan dan sikutnya dan terdapat luka cakar dipergelangan tangannya. Sebelum melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut, Siti mengaku telah menempuh jalur Musyawarah kekeluargaan, namun hasil yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. "Hasil kesepakatannya masih merugikan saya, dia cuma sanggup mencicil HP itu duaratus ribu perbulan, mendingan saya buka laporan aja ke kepolisian," tuturnya.Jhn

















