Breaking News
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel.
- Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027
- DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
- H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat
- Patroli Malam, Koramil /Tangerang Sisir Sejumlah Ruas Jalan Cegah Gangguan Kamtibmas.
- Komisi II DPRD Kota Blitar Tunggu Hasil Uji Lab Material Bangunan Sebelum Rekomkan Sangsi.
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
Konsumen Ogah Bayar Hutang, Diduga Aniaya Tukang Kredit

Poto : Ilustrasi MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Siti Masriah karyawan swasta yang menyambi berjualan barang elektronik secara kredit diduga dianiaya konsumennya. Kepada wartawan dirinya menuturkan, kejadian dugaan penganiayaan tersebut berawal saat dirinya hendak menagih cicilan elektronik kepada terduga pelaku yang telah menunggak selama beberapa bulan. "Itu dia ambil barang dicicil selama 10 kali, nah terus ternyata bayarnya pas cuma awal doang, sama di bulan oktober," ungkap Siti kepada wartawan minggu (24/4/2022). Ia mengaku, lantaran kesal cicilan yang telah disepakati tak kunjungi dipenuhi, dirinya berinisiatif untuk mendatangi rumah konsumennya untuk menagihnya secara langsung, terlebih dirinya mendapatkan informasi terduga pelaku telah mencairkan uang tunjangan hari raya (THR) dari tempatnya bekerja. "Dia emosi, saya semakin emosi, nah dia itu langsung berdiri langsung kayak ngejambak gitu tuh," jelas Siti. Mengetahui dirinya dalam bahaya Siti mengaku memilih mundur beberapa langkah kebelakang namun dari arah yang sama suami terduga pelaku disinyalir turut menganiaya dirinya. "Pokoknya cepet lah kejadiannya, lah saya ngga tau kejadiannya cepet kan nah saya kan teriak teriak tuh gua tuh kesini nagih duit gue," ungkap Siti. Untungnya saat itu warga yang mendengar teriakan Siti sempat melerai perselisihan tersebut sehingga dugaan penganiayaan yang diterimanya tidak terlampau parah. "Itu saudaranya keluar, kan kontrakannya bejejer ngalangin saya," ujar Sri. Atas kejadian itu, Siti mengaku menderita luka memar di kepala, tangan dan sikutnya dan terdapat luka cakar dipergelangan tangannya. Sebelum melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut, Siti mengaku telah menempuh jalur Musyawarah kekeluargaan, namun hasil yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. "Hasil kesepakatannya masih merugikan saya, dia cuma sanggup mencicil HP itu duaratus ribu perbulan, mendingan saya buka laporan aja ke kepolisian," tuturnya.Jhn


.jpg)













