Breaking News
- Pak Gembus SPOT Plus Hadir di Tebet, Bukti Inovasi Waralaba Kuliner Indonesia Terus Berkembang
- Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Diminati Pengunjung
- Tangis dan Penantian 75 Tahun: Pemerintah Belanda Akhirnya Minta Maaf kepada Komunitas Maluku
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- RDP PETI Barito Utara Hasilkan Dua Keputusan Penting, WPR Segera Diusulkan
- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
Konsumen Ogah Bayar Hutang, Diduga Aniaya Tukang Kredit

Poto : Ilustrasi MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Siti Masriah karyawan swasta yang menyambi berjualan barang elektronik secara kredit diduga dianiaya konsumennya. Kepada wartawan dirinya menuturkan, kejadian dugaan penganiayaan tersebut berawal saat dirinya hendak menagih cicilan elektronik kepada terduga pelaku yang telah menunggak selama beberapa bulan. "Itu dia ambil barang dicicil selama 10 kali, nah terus ternyata bayarnya pas cuma awal doang, sama di bulan oktober," ungkap Siti kepada wartawan minggu (24/4/2022). Ia mengaku, lantaran kesal cicilan yang telah disepakati tak kunjungi dipenuhi, dirinya berinisiatif untuk mendatangi rumah konsumennya untuk menagihnya secara langsung, terlebih dirinya mendapatkan informasi terduga pelaku telah mencairkan uang tunjangan hari raya (THR) dari tempatnya bekerja. "Dia emosi, saya semakin emosi, nah dia itu langsung berdiri langsung kayak ngejambak gitu tuh," jelas Siti. Mengetahui dirinya dalam bahaya Siti mengaku memilih mundur beberapa langkah kebelakang namun dari arah yang sama suami terduga pelaku disinyalir turut menganiaya dirinya. "Pokoknya cepet lah kejadiannya, lah saya ngga tau kejadiannya cepet kan nah saya kan teriak teriak tuh gua tuh kesini nagih duit gue," ungkap Siti. Untungnya saat itu warga yang mendengar teriakan Siti sempat melerai perselisihan tersebut sehingga dugaan penganiayaan yang diterimanya tidak terlampau parah. "Itu saudaranya keluar, kan kontrakannya bejejer ngalangin saya," ujar Sri. Atas kejadian itu, Siti mengaku menderita luka memar di kepala, tangan dan sikutnya dan terdapat luka cakar dipergelangan tangannya. Sebelum melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut, Siti mengaku telah menempuh jalur Musyawarah kekeluargaan, namun hasil yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. "Hasil kesepakatannya masih merugikan saya, dia cuma sanggup mencicil HP itu duaratus ribu perbulan, mendingan saya buka laporan aja ke kepolisian," tuturnya.Jhn

.jpg)






.jpg)








