- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi saat melakukan sosialisasi dan menyerap aspirasi masyarakat terkait percepatan penurunan stunting di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan. Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, S.Pd., S.H., melakukan kunjungan kerja dan sosialisasi penurunan stunting di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Senin ( 28/09/26 ) bertempat di balai pertemuan desa setempat.
Kegiatan yang digelar di balai desa setempat itu dihadiri ratusan peserta ini masing - masing terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita, kader Posyandu, kader Bina Keluarga Balita (BKB), perangkat desa, serta perwakilan Puskesmas Garum dan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
Turut hadir dalam rombongan, tenaga ahli Komisi IX DPR RI dan perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Timur.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Nurhadi DPR RI: Keracunan Masal Puluhan Siswa di Blitar BGN, Dinas Kesehatan Investigasi Mendalam .
Dalam sambutannya, Nurhadi menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan pekerjaan rumah bangsa yang harus ditangani serius dari hulu hingga hilir. Ia menyebut, prevalensi stunting nasional masih perlu ditekan agar target di bawah 14 persen dapat tercapai.
"Stunting ini bukan sekadar masalah tinggi badan anak yang kurang. Dampak jangka panjangnya adalah pada kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi kita. Kalau kita abai hari ini, kita kehilangan satu generasi di masa depan, sambut Indonesia Emas 2045," ujar Nurhadi.
Politisi Fraksi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kota Blitar, dan Kota Kediri itu menjelaskan, Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan memiliki perhatian khusus terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurutnya, intervensi paling efektif adalah pada masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Karena itu, ia mendorong para ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan, mengonsumsi tablet tambah darah, serta menjaga asupan gizi seimbang.
"Kader posyandu adalah ujung tombak. Mereka yang paling tahu kondisi ibu dan anak di wilayahnya. Saya minta pendataan balita berisiko stunting di Desa Slorok ini dimutakhirkan, jangan sampai ada yang lolos dari pendampingan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Nurhadi juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN. Program ini mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk menjadi orang tua asuh bagi ibu hamil dan balita berisiko stunting.
Ia menilai, program Genting belum sepenuhnya menggema di masyarakat pedesaan, padahal semangat gotong royong dan kedermawanan masyarakat Indonesia sangat tinggi. Merujuk World Giving Index 2024, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling dermawan selama tujuh tahun berturut-turut.
"Anggaran Kemendukbangga tidak sebesar kementerian lain. Tapi program Genting ini justru kekuatannya dari partisipasi masyarakat, bukan semata APBN. Ini harus kita manfaatkan. Saya mengajak para pengusaha, tokoh masyarakat di Blitar untuk ikut menjadi orang tua asuh," kata Nurhadi.
Selain Genting, ia juga mengaitkan upaya penurunan stunting dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, MBG yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, dan balita harus dipastikan tepat sasaran dan melibatkan UMKM serta dapur sehat di tingkat lokal.
"MBG bukan hanya soal makan gratis, tapi soal gizi berkualitas. Di Garum ini, saya harap dapur-dapur MBG bisa menyerap bahan pangan lokal dari petani dan peternak desa, sehingga ekonomi desa ikut bergerak," imbuhnya.
Sesi dialog berlangsung hangat. Sejumlah kader posyandu menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan alat antropometri, kurangnya PMT (Pemberian Makanan Tambahan), serta masih adanya jamban tidak sehat dan akses air bersih yang belum merata di beberapa dusun.
Menanggapi hal itu, Nurhadi berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja terkait, termasuk Kementerian Kesehatan dan Kemendukbangga.
"Kami tidak hanya datang untuk sosialisasi, tapi juga menyerap aspirasi. Masalah sanitasi dan air bersih ini sangat berkaitan dengan stunting karena infeksi berulang. Ini akan kami kawal," janjinya.
Di akhir acara, Nurhadi secara simbolis menyerahkan bantuan paket gizi berupa susu ibu hamil, telur, kacang hijau, dan biskuit balita kepada 50 ibu hamil risiko tinggi dan 100 balita stunting/wasting di Desa Slorok. Bantuan juga diberikan untuk 15 posyandu berupa timbangan digital dan alat ukur tinggi badan.
Kepala Desa Slorok, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas perhatian anggota DPR RI terhadap desanya. Ia menyebut angka stunting di desanya sempat berada di angka 18 persen pada 2024 dan kini turun menjadi sekitar 14,5 persen pada pertengahan 2026 berkat aktifnya kader dan intervensi puskesmas.
"Kehadiran Pak Nurhadi menjadi motivasi bagi kami. Kami targetkan tahun depan bisa di bawah 10 persen. Kami butuh dukungan sarana dan kesinambungan PMT," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menambahkan bahwa pihaknya kini fokus pada pendampingan keluarga berisiko, remaja putri, dan calon pengantin sebagai upaya pencegahan dari hulu.
Acara ditutup dengan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan, MPASI kaya protein hewani, serta pola asuh dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh tim penyuluh BKKBN.
Nurhadi berharap, Desa Slorok dapat menjadi contoh desa tanggap stunting di Kabupaten Blitar.
"Kalau Slorok bisa, desa-desa lain pasti bisa. Kuncinya adalah kemauan, data yang akurat, dan kerja bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, karena mereka adalah masa depan Indonesia," pungkasnya.( za/mp )

1.jpg)
.jpg)









